Nasional

Soal Sterilisasi Mainan dan Perlengkapan Bayi, Perhatikan 5 Fakta Ini

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 30 November 2019 01:35 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Soal Sterilisasi Mainan dan Perlengkapan Bayi, Perhatikan 5 Fakta Ini
ILUSTRASI

PUBLIKSATU, Bayi umumnya masih rentan terserang kuman dan bakteri. Maka, bukanlah hal yang berlebihan jika segala perlengkapan bayi dan mainannya harus steril dari kuman.

Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Andina Chrisnawati Rahardjo SpA, Mkes, sterilisasi bisa membunuh organisme seperti bakteri, parasit, jamur, dan virus sampai ke tingkat spora. Sterilisasi bisa menggunakan berbagai cara, seperti sinar UV, air mendidih, atau teknologi sterilizer.

“Perlengkapan seperti seperti botol susu, sendok makan, perlengkapan makan, mainan, hingga gunting kuku bayi sangat penting untuk steril,” kata Andina dalam diskusi bersama Mahaton di ajang Indonesia Maternity Baby dan Kids Expo, Jakarta, Jumat (29/11).

Lalu apa saja yang harus diketahui bunda seputar sterilisasi pada perlengkapan bayi?

1. Batas Waktu Steril

Menurut Andina, peralatan dan perlengkapan bayi minimal bisa disterilkan minimal satu kali dalam sehari. Baik itu peralatan baru dan lama. “Misalnya baru belanja dot atau pakaian bayi meski di toko, kita kan enggak tahu kuman yang menempel. Mikroorganisme itu harus disterilkan,” jelasnya.

2. Pemicu Kuman

Kontaminan atau pemicu kuman bisa disebabkan berbagai macam hal. Misalnya air yang belum tentu bebas bakteri digunakan untuk mencuci botol bayi dan perlengkapan bayi lainnya. Menunda waktu pencucian dan lokasi penyimpanan juga bisa memicu berkembangnya kuman.

3. Dampak dan Akibatnya

Jika perlengkapan bayi tak steril dan tercemar kuman maka sejumlah penyakit bisa datang kapan saja. Berbagai penyakit yang bisa muncul di antaranya seperti infeksi jamur, diare, hepatitis, hingga dehidrasi.

4. Tak Hilang Meski Dicuci

Hal senada dikatakan Marketing dan Sales Manager dari Mahaton Jevin. Ia mengatakan, meskipun peralatan bayi sudah dicuci, kuman tetap tak bisa hilang. Apalagi jika itu berhubungan langsung dengan mulut dan pencernaan bayi. “Bayangkan ketika dot terjatuh, pasir dan tanahnya memang sudah dibersihkan. Tapi kuman yang tak terlihat kasat mata tak akan hilang. Maka harus steril,” jelasnya.

5. Dehidrasi Akibat Kuman Hingga Kematian

Anak yang terpapar kuman, bisa terancam pada penyakit diare dan dampaknya dehidrasi. Jika tak tertangani akan berujung kematian. “Gejalanya anaknya lemas tak aktif, tampak mengantuk, ubun-ubun cekung, mata cekung, mulut kering. Khusus untuk diare jika tak tertangani bisa berujung kematian,” tegas Andina. (JP)

Bagikan