Berita Terkini
Busel

Dispar Busel: Buton Selatan Festival Pintu Gerbang Promosi Wisata Busel

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 2 Desember 2019 18:34 WIB · 2 menit baca
Dispar Busel: Buton Selatan Festival Pintu Gerbang Promosi Wisata Busel
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Busel La Ode Herwanto

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Buton Selatan Festival (The Wonder Of South Buton) berakhir 1 Desember, kemarin. Pagelaran yang mempertunjukkan promosi wisata dan berbagai atraksi budaya tujuh kecamatan di Busel sukses menggaet hati pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Busel, La Ode Herwanto mengatakan, pemerintah daerah sengaja menggelar festival tersebut untuk memperkenalkan potensi dan kekayaan yang ada, yakni budaya dan pariwisata serta perikanan dan kelautan.

Menurutnya, wisata kemaritiman bawah laut Busel yang tak kalah saing dengan Wakatobi yang sudah duluan santer.

Kata dia, Kabupaten Busel menjadikan pariwisata dan kebudayaan sebagai potensi menggaet pengunjung ke Busel. Sebab ada pilihan destinasi wisata yakni di Busel yang tak kalah saing keindahan bawah lautnya dengan Wakatobi.

“Ini menjadi pintu gerbang untuk memperkenalkan potensi di tiap tujuh kecamatan yang ada di Buton Selatan. Kami di sini membuka pintu besarnya,” kata La Ode Herwanto.

Ia menambahkan, potensi wisata ini akan menjadi komitmen Pemkab Busel yang dipimpin Bupati Arusani. Sehingga dapat menjadi destinawi wisata unggulan dikawasan Indonesia Timur.

“Ini tidak terlepas dari visi misi Bupati Buton Selatan. Tidak hanya promosi tapi bisa menjadi produk unggulan besok lusa,” katanya.

Lanjut ia mengatakan, Buton Selatan Festival memadukan tiga dimensi budaya masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Olehnya itu, pihaknya menghadirkan beberapa permainan tradisional seperti Kaoda-oda, Kaleko dan bambu gila.

Tidak hanya itu kata Herwanto, dalam karnaval budaya dengan tema merawat Indonesia akan menampilkan ragam budaya yang ada di Busel. “Ada karnaval budaya untuk memperlihatkan kebhinekaan kita. Orang Bugis silahkan berpakaian baju Bugis, orang Ambon silahkan pakai baju adatnya. Masing-masing daerah harus menampilkan budayanya,” imbuhnya.(aga)