Berita Terkini
Busel

Busel Keciprat Rutilahu, Kube, dan Sarling

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 4 Desember 2019 17:15 WIB · 3 menit baca
Busel Keciprat Rutilahu, Kube, dan Sarling
Ilustrasi

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Keputusan rapat koordinasi nasional (Rakornas) pembahasan program lingkup Direktorat Penanganan Fakir Miskin wilayah III Kementerian Sosial RI beberapa bulan lalu di Bekasi sudah menuai hasil di Buton Selatan (Busel).

Hal ini telah dibuktikan dengan keseriusan kerja keras dinas sosial Kabupaten Busel dan Kementerian Sosial RI melalui tahapan-tahapan.

Seperti mulai dari pengimputan data calon penerima bantuan melalui aplikasi “Simontok” untuk mendapatkan bantuan Kube, rumah tidak layak huni (rutilahu) dan sarana lingkungan.

Kemudian seleksi pendamping kube dan tahapan saat ini Dinsos telah lakukan penjajakan lokasi penerima program penanganan fakir miskin tahun 2020 di wilayah Busel.

Atas dasar surat nomor: 8163/4.4.4.1/pl/10/2019 tanggal 21 oktober 2019 tentang pelaksanaan penjajagan lokasi penerima program penanganan fakir miskin dikabupaten buton selatan pelaksanaannya mulai tanggal 1 s/d 4 desember 2019.Adapun lokasi yang pertama dikunjungi oleh tim dari kemensos RI adalah wilayah kecamatan Lapandewa, terdiri dari Desa Gaya Baru, Desa Burangasi dan Burangasi Rumbia. Tim dari Kementerian Sosial dipimpin Tasna Sst dan Mudasir Gani Sst Msi.

Selanjutnya ke Kecamatan Kadatua meliputi desa Lipu, Desa Uwemasi dan Desa Marawali. Jadi untuk kube di kecamatan Lapandewa mendapatkan 39 kube dan untuk rutilahu sebanyak 30 KK. Sedangkan di kecamatan Kadatua mendapatkan 21 kube dan rutilahu sebanyak 70 kk.

"Jadi total untuk rutilahu dikabupaten Buton Selatan mendapatkan 100 kk/unit rumah dan kube sebanyak 60 kelompok (600 kk) dan 1 (satu) lokasi sarana lingkungan di Desa Lipu," ujar Kasi Penanganan Kemiskinan Nur Hardianti S.Ip, kemarin kepada media ini.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton Selatan Insanu yang didampingi team dari Kemensos RI Tasna dan Mudasir Gani serta Plt. Kepala bidang pemberdayaan dan penanganan kemiskinan Dinsos Buton Selatan P Haryadi SSos.

Plt Kadis Sosial Busel, Insanu berpesan kepada para calon penerima bantuan, kiranya bantuan tersebut harus dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya.Agar saudara-saudara dapat terlepas dari belenggu kemiskinan.

"Kita orang Buton pantang menadahkan tangan untuk selalu meminta bantuan. Tapi bagaimana upaya kita untuk tidak menjadi kaum yang meminta-minta. Tentunya kita harus berusaha, nah melalui bantuan kube inilah bapak/ibu kesempatan untuk berusaha sesuai potensi masing-masing," harapnya.

Sementara itu Plt Kepala bidang pemberdayaan sosial Dinos Busel, Haryadi yang didampingi Kasi Penanganan Kemiskinan Nur Hardianti mengungkapkan, dalam penjajagan lokasi tersebut harus objektif.

Siapa-siapa saja yang berhak untuk mendapatkan bantuan, tentunya mereka – mereka yang telah memenuhi persayaratan, seperti masuk kategori fakir miskin. Memiliki rumah tidak layak huni, memiliki ktp / kk dan tinggal dilokasi tersebut (by name by adress) serta terdaftar dalam basis data terpadu (bdt) ujar haryadi.

Kemensos RI yang diwakili Tasna dan Mudasir Gani menyampaikan, pihaknya datang jauh-jauh dari Jakarta demi melayani bapak dan ibu. Serta untuk membuktikanya turun langsung kelapangan bahwa bapak/ibu benar-benar layak serta memenuhi persyaratan administratif untuk menerima bantuan kube, rutilahu dan sarana lingkungan.

"Makanya kami juga mengambil foto rumah bapak dan ibu sebagai bukti kami turun dilapangan, dan hasil kegiatan ini kami akan bawa ke Jakarta dokumen-dokumen yang menyangkut surat-surat pernyataan dan persyaratan adminstratif lainnya," katanya.

Ditambahkannya, untuk kemudian di proses serta ditetapkan melalui sk direktur penanganan fakir miskin wilayah III Kementerian Sosial RI. sebagai penerima bantunan kube, rutilahu dan sarling dikabupaten buton selatan pada tahun anggaran 2020. (aga)