Berita Terkini
Lifestyle

Cokelat Bisa Bikin Jerawat Muncul?

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Rabu, 4 Desember 2019 15:36 WIB · 2 menit baca
Cokelat Bisa Bikin Jerawat Muncul?

PUBLIKSATU.CO - Kemunculan jerawat di wajah memang memberikan problematika tersendiri. Sebab, selain menimbulkan rasa sakit, gangguan kulit tersebut juga mampu menurunkan rasa percaya diri orang yang mengalaminya, apalagi bila terjadi pada kaum wanita.

Tidak dimungkiri, banyak faktor yang memengaruhi kemunculan jerawat.

Banyak orang menduga bahwa faktor yang paling berperan adalah makanan. Salah satu makanan yang sering menjadi kambing hitam adalah cokelat.

Apa kata medis?

Faktanya, jerawat terjadi ketika kelenjar minyak tersumbat dan terinfeksi oleh P. Acnes. Sekitar 75% keadaan tersebut disebabkan oleh faktor hormonal, stres, kurang tidur, dan kebersihan kulit yang tidak terjaga dengan baik.

Sisanya, yaitu sekitar 25 persen, dipengaruhi oleh makanan.

Terkait cokelat sebagai penyebab jerawat, makanan yang terbuat dari susu sapi dan tinggi gula tersebut memang mampu memicu kemunculan jerawat.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh the George Washington University Medical Center di Amerika Serikat, susu sapi yang menjadi bahan dasar cokelat dapat memperparah kondisi jerawat pada beberapa orang.

Produk susu dan olahannya juga disebut dapat meningkatkan hormon androgen dan memicu peningkatan produksi minyak kulit yang berujung pada jerawat.

Senada dengan itu, penelitian yang dilakukan di Chulalongkorn University di Bangkok, Thailand, juga mengatakan bahwa cokelat memang benar-benar bisa menyebabkan jerawat dan memperparah kondisi yang sudah ada.

Hal tersebut dibuktikan lewat uji coba yang dilakukan di tahun 2016 pada 25 responden. Disebutkan bahwa responden yang diberi cokelat pekat (dark chocolate) tanpa tambahan susu ataupun gula mengalami peningkatan jerawat dan komedo.

Ini terjadi karena cokelat pekat memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi, sehingga mampu memicu kemunculan jerawat dan komedo berlebih.

Studi lain yang dipublikasikan di Journal of the American Academy of Dermatologymendukung temuan-temuan sebelumnya.

Pada studi ini, responden diminta untuk mengonsumsi cokelat batangan dan permen jeli yang memiliki indeks glikemik serupa.