36 ASN Bertarung jadi Pejabat, Bupati Busel Pilih Satu Nama

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Sebanyak 36 aparatur sipil negara (ASN) yang telah memenuhi syarat bertarung memperebutkan enam kursi pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel).
Organisasi perangkat daerah (OPD) yang bakal diisi adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Badan Keuangan Daerah (BKD), Staf Ahli, dan Dinas Kesehatan.
Sekda Busel Drs La Siambo mengatakan, ada beberapa tahapan penilaian untuk lolos menjadi pejabat eselon II. Salah satu tahapan saat ini adalah peserta mengikuti uji makalah dan wawancara kompetensi manajerial bidang atau teknis dan sosial kultural. "Sudah berlangsung sejak kemarin, hingga hari ini," ujar Siambo.
Ia menjelaskan, komposisi Panitia Seleksi (Pansel) kali ini diambil dari dua kalangan akademisi, satu tokoh masyarakat dan dua dari Pemkab Busel. Dua akademisi yang menjadi Pansel adalah Prof La Ode Turi dan Dr La Bainudi. Sedang tokoh masyarakat dari kalangan pensiunan pejabat eselon II, H Ibrahim.
Selanjutnya, unsur Pemkab Busel, yakni Kepala BKPSDM Busel sebagai sekretaris dan Sekda sebagai Ketua Pansel.
Ia menguraikan, proses seleksi terbuka ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Sparatur Sipil Negara (ASN), Undang-Undang nomor 23 tahun 2017 tentang Kewenangan Daerah, serta PP nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen ASN.
La Siambo memastikan akan menjamin proses seleksi terbuka JPTP ini jauh dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).
"Pokoknya kami lakukan secara transparan dan terbuka," tegas La Siambo saat ditemui di Aula Kantor Bupati Busel
Ia juga mengaku tak ingin proses seleksi ini tercoreng seperti yang terjadi di daerah lain yang sudah terpilih namun tak kunjung dilantik.
"Saya pastikan tidak ada yang bermain. Karena yang menilai ini panitia, dan tidak mungkin panitia mau bermain. Karena setelah ini nilainya akan langsung di input dan di umumkan langsung. Jadi tidak mungkin ada permainan," tegas Siambo.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Busel, La Ode Firman Hamzah mengaku ia juga menjaminkan seleksi ini bersih dan transparan sesuai dengan ketentuan undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang aparatur sipil negara (ASN) dan undang-undang nomor 23 tahun 2017 tentang kewenangan daerah serta Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Saya Pastikan Seleksi jabatan ini bersih dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN)," pungkasnya.
Ia merincikan, calon kepala OPD yang terdaftar sebagai peserta seleksi terbuka berjumlah 36 dengan rincian, Dinas Kesehatan empat orang. BPKAD empat orang, Dinas Penanaman Modal dan PTSP lima orang. Kominfo tujuh orang, Balitbang lima orang dan staf ahli sebelas orang.
Aspek penilaian, kata Firman, pansel lebih menekankan pada penjenjangan, makalah dan wawancara pansel. Wawancara pansel ini nilainya 40 persen, penjenjangan 10 persen dan makalah juga 10 persen.
Dalam wawancara ini memuat 3 kompetensi yakni, menejerial, bidang atau teknis dan Sosio kultural. Yang terakhir itu adalah asesmen yang nilainya 40 persen.
Ia menambahkan, proses selanjutnya setelah peserntase makalah dan wawancara pansel kemudian mengumumkan tiga besar. Tiga besar ini yang kemudian dilaporkan ke Komisi ASN agar mendapat rekomendasi meminta kepada Bupati menunjuk satu dari tiga nama tersebut.
Sesuai jadwal pengumuman tiga besar ini akan diumumkan 5 Desember ini. Namun Firman memastikan akan diundur. Karena jadwal pelaksanaan persentase makalah juga sudah bergeser dari jadwal yang telah ditetapkan.
Firman menambahkan, dari seluruh peserta lelang itu, ada dua peserta yang dari luar Busel yaitu, dari pegawai Pemkot Kendari dan Kota Baubau. Jabatan yang didaftarkan sama, yaitu Balitbang.
Dipastikan paling lambat akhir Desember ini pelantikan pejabat devenitif eselon dua hasil seleksi terbuka ini akan dilantik.
Berikut diantaranya nama-nama yang mengikuti seleksi JPTP terbuka lingkup Pemkab Busel untuk jabatan staf ahli bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia La Ode Muhammad Hikmah Poto, La Salimu, La Ode Miru, La Ode Hasani, Aston Zalim, La Ode Suharji, Isur Manafsan, Edirudin, La Ode Ali, La Kali dan La Sensu.
Sedangkan peserta seleksi JPTP untuk kursi jabatan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Maderuddin, Muhammad Thahir, Haida, La Ode Muhammad Muslim. Sementara peserta jabatan kepala Badan Keuangan Daerah yakni La Ode Karman, La Ode Mustamir Martosiswoyo, Vivianti Nafii dan La Ode Diadi. (aga)