SDN 2 Batulo Kekurangan Tenaga Pendidik

PUBLIKSATU, BAUBAU - Disaat negeri ini sekitar bulan lalu peringati hari guru nasional (HGN) diwaktu yang sama, terdapat sekolah dasar di Kecamatan Wolio mengalami kondisi mengkawatirkan disebabkan kekurangan tenaga pendidik.
Sebagaimana disampaikan Kepala SDN 2 Batulo, Barudia SPd kepada media ini. Dia mengungkapkan kalau saat ini di sekolah yang berada dibawah kepemimpinanya sangat terbatas tenaga guru. Guru PNS sekitar 10 orang sementara untuk guru GTT ada 8 orang.
"Dari 10 guru PNS di sekolah kami kini ada 1 orang yang baru memasuki masa purna bakti sehingga tersisa 9, belum lagi pada bulan februari tahun depan ada 2 guru juga yang akan pensiun," ungkap Barudia diruang kerjanya, selasa 3/12.
Menurutnya dari jumlah guru yang ada secara otomatis akan mempengaruhi efektifitas proses belajar. Sebut saja siswa dan siswi yang ada berjumlah 565 orang terbagi 18 rombongan belajar (Rombel).
Barudi kembali menyinggung, kalupun dengan melibatkan tenaga guru tidak tetap (GTT) hal tersebut dianggap tidak akan memberikan solusi menuntaskan permamsalahan yang dialami sekolah yang berada dibawah kepemimpinanya.
"Sebagai contoh saja idealnya guru olahraga harus 3 orang, namun yang dimiliki sekolah kami cuma 1 orang untuk menghadapi 4 rombel sekaligus. Adapun guru magang, kita juga terbatas anggaran BOS yang peruntukanya sebesar 15 persen dari anggaran 500.000.000 lebih anggaran belanja pegawai," ujarnya.
Dengan kondisi tenaga pengajar terbatas, pihak sekolah mengantisipasi dengan cara membangun hubungan baik dan komunikasi yang intens bersama pihak orang tua murid.
"Ini tidak main-main, ada 565 murid yang dititipkan kepada sekolah ini sehingga untuk tetap menjaga hunungan baik dengan orang tua siswa maka kami tetap menjaga komunikasi ini intens," ucapnya.
Disamping itu, kepala sekolah dasar ini sangat mengkawatir kondisi guru pada tahun 2022 mendatang daerah ini akan sangat mengalami kekurangan tenaga pendidik.
"Kekhawatiran ini bisa dibukti dengan adanya penerimaan CPNS tahun 2019, untuk tenaga guru sendiri sangat minim bahkan mungkin tidak ada karena lebih didominasi tenaga teknis," tambahnya.(p5)