Berita Terkini
Lifestyle

Sembarangan Minum Obat Asam Urat Bisa Picu Gangguan Ginjal?

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Kamis, 5 Desember 2019 14:57 WIB · 2 menit baca
Sembarangan Minum Obat Asam Urat Bisa Picu Gangguan Ginjal?

PUBLIKSATU.CO - Penyakit asam urat tak jarang kerap disepelekan. Bahkan, sakit yang dikira ringan itu sering diatasi hanya dengan konsumsi obat warung saja.

Padahal, ada anggapan yang menyebut bahwa konsumsi obat asam urat yang dijual bebas mampu memicu terjadinya gangguan ginjal.

Perlu diketahui, penyakit asam urat terjadi ketika tubuh tak lagi mampu membuang zat tersebut.

Asam urat itu sendiri diproduksi oleh tubuh, juga bisa didapatkan dari konsumsi makanan yang tinggi kandungan purin seperti jeroan, beberapa jenis ikan laut, dan melinjo.

Penyakit asam urat membuat penderitanya mengalami berbagai gejala. Salah satu yang paling khas adalah nyeri sendi yang biasanya timbul di daerah ibu jari kaki.

Selain itu, peningkatan asam urat juga umumnya akan menimbulkan benjolan di lokasi yang sama, yaitu ibu jari kaki.

Karena gejala yang sangat menganggu, banyak penderitanya ingin segera terbebas dari keluhan tersebut.

Tak heran, obat yang dijual bebas di warung sering dijadikan sebagai solusi utama. Padahal, medis sangat tidak menyarankan perilaku seperti ini.

Sebab, obat yang dijual bebas bisa menimbulkan berbagai efek samping merugikan jika dikonsumsi dalam jangka panjang, apalagi tanpa memperhatikan dosis dan saran konsumsi yang tertera di label kemasan.

Faktanya, penggunaan obat antinyeri golongan NSAIDS (non steroidal anti inflamasi drug) yang sering digunakan untuk mengatasi asam urat dalam jangka panjang bisa menyebabkan efek samping berupa perdarahan saluran cerna.

Selain itu, efek samping yang juga sering timbul adalah gangguan ginjal. Hal ini terjadi lantaran obat anti nyeri akan menyebabkan aliran darah di ginjal menurun, sehingga lama-kelamaan akan mengganggu fungsi ginjal.

Bila sudah terjadi, seseorang yang mengalami gangguan fungsi ginjal akan mengalami gejala seperti buang air kecil keruh, berbusa, dan jumlah produksi urine menjadi lebih sedikit.

Lantas, harus bagaimana?

Anda sebenarnya boleh-boleh saja mengonsumsi obat antinyeri, asalkan di bawah pengawasan dokter.