Cara Supaya Suntik Botox Tetap Aman

PUBLIKSATU.CO - Penggunaan suntik botox sebagai metode kecantikan telah lama dilakukan di Amerika Serikat, lantaran disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) sejak 2002. Tak heran, suntik botox menjadi terapi nonbedah yang paling populer, dengan lebih dari 6 juta tindakan setiap tahunnya.
Botox atau onabotulinumtoxin A merupakan terapi yang sebenarnya digunakan untuk 3 tujuan utama, yaitu mengontrol kekakuan otot, mengatasi keringat lipat ketiak, dan meningkatkan penampilan.
Tujuan lain, berupa mengatasi migrain, juling, gangguan kandung kemih, dan gangguan saluran pembuangan.
Botox yang digunakan dalam bidang kecantikan mengandung toksin botulinum tipe A (bahan aktif), albumin manusia (protein yang ditemukan pada plasma darah manusia), dan natrium klorida. Toksin saraf tersebut diproduksi oleh bakteri yang bernama Clostridium botulinum.
Supaya suntik botox tetap aman
Dalam bidang kecantikan, suntik botox bertujuan untuk melumpuhkan otot sementara waktu, sehingga mampu menyamarkan kerutan dan garis-garis halus. Bagian tubuh yang paling sering mendapatkan prosedur tersebut adalah dahi, sudut mata, dan sudut bibir,
Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) menyetujui suntik botox pada usia 18–65 tahun. Akan tetapi, prosedur tersebut sangat tidak dianjurkan untuk mereka yang memiliki kondisi sebagai berikut:
Alergi terhadap kandungan yang ada dalam botox
Alergi terhadap jenis toksin botulinum lain, atau merasakan efek samping dari penggunaan produk tersebut di masa lalu
Mengalami infeksi kulit atau kondisi lain pada area yang hendak disuntik
Mengalami penyakit yang memengaruhi otot atau saraf, seperti miastenia gravis
Mengalami gangguan pernapasan, seperti asma
Mengalami kesulitan saat menelan
Mengalami masalah perdarahan