Berita Terkini
Busel

Panen Rumput Laut, Petani Kelurahan Lakambau Raup Rp 1,1 Miliar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 6 Desember 2019 16:33 WIB · 5 menit baca
Panen Rumput Laut, Petani Kelurahan Lakambau Raup Rp 1,1 Miliar
Petani budidaya rumput laut laut di Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga mengadakan syukuran

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Potensi budidaya rumput laut di Kabupaten Buton Selatan sangat menjanjikan. Pasca syukuran tiga kelompok petani budidaya rumput laut Kalangana, Kelurahan Bandar Batauga yang meraup omset Rp 3,2 miliar permusim.

Kini giliran satu kelompok petani budidaya rumput laut Budidaya Jaya Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga. Mereka juga meraih omset Rp 1,1 miliar semusim tahun 2019 ini.

"Kami berterima kasih kepada Pemda lebih khusus kepada Plt Bupati H La Ode Arusani yang memberikan perhatian serius kepada petani rumput laut dalam bentuk bantuan bibit. Alhamddulillah hasilnya memuaskan," kata petani rumput laut La Ode Mukmin yang juga Ketua Kelompok Lakambau Budidaya Jaya.

Sebagai wujud rasa sukur kepada Allah SWT atas rejeki dan nikmat yang diberikan petani budidaya rumput Lakambau menggelar syukuran,juga bermohon agar tahun depan rejeki meningkat yang digelar di tepi pantai Lakambau, Kamis (5/11).

Kata La Ode Mukmin, memang hasil panen tahun 2019 ini dibandingkan tahun 2018 agak lumayan didapatkan tahun ini. Ini juga berkat bantuan dari pemerintah daerah dalam bentuk pemberian bibit.

Ia merincikan hasilnya produksi pendapatanya 3-4 ton perorang. Paling banyak tujuh ton perorang. Jadi jika dirata-ratakan satu kelompok petani rumput laut mendapatkan total 50 ton selama empat bulan. Satut kelompok sebanyak 10 orang petani budidaya rumput laut.

Ia bertani rumput laut sekitar sejak 1996. Asam garam bertani rumput laut sudah ia jalani.

Kendala yang didapatkan tahun tidak begitu krusial. Namun kendala utama sebagai petani rumput laut ini soal transportasi pengambilan bibit dan operasional menjaga dan merawat rumput laut.

"Tahun ini agak lumayan hasilnya," katanya.

Tahun berikutnya pihaknya juga sudah mulai siap-siap untuk bertani rumput laut lagi. Kedepan pihaknya akan beralih mengembangkan bibit kultur jaringan untuk budidaya rumput laut. Sebelumnya pihaknya masih menggunakan bibit dari Lasori Buton Tengah.

"Yang kita dapat dapat dari bibit Lasori. Bibit yang baru ini belum semuanya kita dapat. Padahal bibit kultur jaringan lebih unggul. Disamping tahan penyakit juga pertumbuhnya cepat, batangnya besar dan cabangnya banyak. Kedepan bibt ini yang akan kami gunakan," ujarnya.

Modal awalnya ia memperkirakan sekitar Rp 40 juta untuk beli bambu 300 buah, hanya untuk membeli bibit empat rakit sekitar Rp 20 jutaan. Tiga juta lebih dalam satu rakit. Saat beli bibit Lasori sekitar 90 ribu satu tali.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Busel, H La Ode Taatlan melalui Kabid Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya Muhammad Dafis Kasri mengungkapkan, dari 10 orang dalam satu kelompok. Rata-rata produksi tahun ini 5 ton dalam satu orang. Total 10 orang hasil produksi rumput laut 50 ton satu kelompok.

Dari jumlah 50 ton itu jika diestimasi harga rumput laut kering sekitar Rp 22 ribu. Maka omset satu kelompok tahun ini Rp 1,1 miliar perkelompok.

Ia mengaku omset ini juga ada peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. "Kiat kita tahun depan. Karena ada sebagian petani rumput laut yang belum tergabung dalam kelompok petani rumput laut. Kedepan pihaknya akan memfasilitas pembentukan kelompok," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan dan perhatian serius kepada petani rumput laut ini cukup besar. INi sesuai arahan dan petujuk Plt Bupati Busel H La Ode Arusani. Agar memaksimalkan potensi perikanan dan kelautan. Khusus wilayah pesisir batauga, sampolawa dan Siompu. Dan seluruh kecamatan lain.

Tahun ini DKP Provinsi Sultra sudah memberikan bibit kultur jaringan yang dipusatkan di Kecamatan Sampolawa. "Kami juga memberikan terima kasih kepda Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui balai budidaya air payau Makassar yang baru saja memberikan bibit 200 kilogram untuk dua kelompok di perairan teluk Sampolawa," harapnya.

Ia berharap teluk Sampolawa yang sudah masuk dalam rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) Provinsi Sultra yang ditetapkan menjadi kawasan perairan budidaya. Disana nanti jadikan pusat sumber bibit di wilayah Kabupaten Busel.

Kedepan ia berharap perhatian bantuan bibit dari DKP Sultra dan KKP RI tetap berlanjut. "Alhamdullah saya sudah mendapatkan infomasi dari DKP Sultra. Bahwa Busel sudah diusulkan untuk mendapatkan alokasi bibit kultur jaringan di tahun 2020," katanya.

Ia berharap masyarakat kecamatan lain khususnya di wilayah kepulauan ikut termotivasi bertani rumput laut ini. Sebab hasilnya cukup menjanjikan.

Ia memastikan semua wilayah pesisir laut di kabupaten Busel sangat cocok untuk bertani rumput laut. Pihaknya siap memberikan pendampingan, pelatihan dan pembentukan kelompok.

"Hanya kemauan dari masyarakat kita sebenarnya, kami DKP siap memberikan perhatian serius, semoga dari petani kita termotivasi," katanya.

Ditambahkan, pengembangan rumput laut di Buton Selatan ditahun 2019 ini fokus di Sampolawa. Dengan target peremajaan bibit unggul kultur jaringan bantuan dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau.

“Diakhir musim sudah terbukti dengan baik, dan sudah ada permintaan rumput laut kultur jaringan dari petani rumput laut dari La Sori Mawasangka Timur, nanti ini pasti kedepan terus akan berkembang,” ucap Muhammad Dafis Kasri saat ditemui di ruang kerja belum lama ini.

Menurutnya, pengembangan budidaya rumput laut tidak hanya diwilayah pesisir daratan Buton Selatan yakni Batauga, Sampolawa, namun akan merambah ke wilayah kepulauan. Misalnya ditahun ini sudah ada ada tiga nelayan rumput laut di desa Karae Kecamatan Siompu memulai membudidaya rumput laut. Hasilnya, kurang lebih 2 ton rumput laut kering

Sudah ada 3 kelompok lagi di Siompu, kebetulan masih ada tali dari tahun 2016 lalu yang masih dapat digunakan, tinggal diusahakan bibit dan bambu. Disana juga menerapkan sistem long line.

Dinas Keluatan menargetkan prospek kedepan wilayah teluk Sampolawa akan menjadi penyuplai bibit kultur jaringan. Difokuskan di teluk Sampolawa karena diperairan teluk itu rumput laut dapat dibudidayakan sepanjang tahun.

“Di Sampolawa diharapkan akan menjadi pusat pembibitan rumput laut, bukan hanya menyuplai wilayah Busel tetapi diluar Busel,” tukasnya.(aga)