Berita Terkini
Buton

Pemkab Buton Gelar Festival Pangan Lokal

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 6 Desember 2019 19:43 WIB · 4 menit baca
Bagikan
Pemkab Buton Gelar Festival Pangan Lokal
Pemkab Buton Gelar Festival Pangan Lokal

PUBLIKSATU, BUTON-Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menyelenggarakan festival pangan lokal beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) tingkat Kabupaten tahun 2019.

Festival ini diselanggarakan di aula kantor Bupati Buton lantai II, kompleks perkantoran takawa, Jumat (6/12/2019) pagi.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Buton, Delya Montolalu La Bakry menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis sumber daya lokal.

Selain itu juga untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat khususnya ibu-ibu dalam memilih, menentukan dan menciptakan menu yang berkualitas bagi anggota keluarga dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

"Untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas kita perlu mengkonsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman," ujar dia.

Kata dia, festival pangan lokal ini diarahkan pada penyusunan menu untuk display paket lengkap makan siang atau lunchbox yang dipilih dari salah satu dari dua klaster pangan pokok, yakni klaster serealia (jagung) dan klaster umbi-umbian dan display produk olahan pangan lokal komersial berapa kudapan atau snack.

Sementara itu, Bupati Buton La Bakry melalui Sekretaris Daerah, La Ode Zilfar Djafar menjelaskan berkaitan dengan hal mendasar bagi kehidupan umat manusia yaitu pangan, acara ini mengingatkan bahwa ketersediaan pangan bagi penduduk bumi khususnya di Kabupaten Buton adalah hal penting untuk harus diperhatikan bersama.

"Masalah yang mendasar adalah bagaimana menyediakan pangan yang cukup bagi penduduk bangsa ini yang terus meningkat pesat. Sedangkan kita tahu sekarang ini pun masih banyak penduduk di bumi Nusantara ini yang mengalami kekurangan pangan dan hidup dalam zona rawan pangan," ujarnya.

Olenya itu, Pemerintah juga wajib memikirkan akan kebutuhan pangan penduduk Kabupaten Buton. Meskipun begitu, saat ini keadaan pangan secara umum di Kabupaten Buton masih dapat mengimbangi pertambahan penduduk dengan jumlah pangan yang siap untuk dikonsumsi. Seperti, beras, ubi kayu dan jagung.

"Hal yang sangat menggembirakan adalah sumber daya pangan lokal kita yang lainnya seperti ubi kayu, talas, ubi jalar dan jagung juga cukup berlimpah dan telah lama dijadikan sebagai sumber pangan pokok oleh sebagian masyarakat Kabupaten Buton," ujarnya.

Menurutnya, Pangan merupakan kebutuhan dasar, pemenuhannya pun bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-undang Dasar tahun 1945.

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan juga mengamanatkan bahwa negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup aman, bermutu dan bergizi seimbang. Mulai dari tingkat nasional, daerah hingga perorangan secara merata sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumberdaya kelembagaan dan kearifan lokal.

Tidak hanya itu, kata dia kualitas konsumsi pangan masyarakat dapat diukur dari meningkatnya konsumsi energi, konsumsi protein serta pencapaian skor pola pangan harapan (PPH).

Berdasarkan data susenas tahun 2018 konsumsi energi penduduk Kabupaten Buton telah mencapai 2. 153,60 kilo kalori/kapita/ hari.Konsumsi protein mencapai 61,75 Gram/kapita/hari dan skor pola pangan harapan 82,50.

Angka tersebut mendekati rata-rata nasional dengan pencapaian konsumsi energi yang mencapai 2.164,54 kilo kalori/kapita/hari. Konsumsi protein, 62,901 gram/kapita/hari dengan skor pola pangan harapan 87,99.

Namun demikian konsumsi beras penduduk Kabupaten Buton saat ini mencapai 111,6 Kg/kapita/ tahun, berada di atas rata-rata konsumsi beras nasional yaitu 97,1 Kg/kapita/tahun.

Kata dia melihat data konsumsi beras penduduk kabupaten Buton, maka penting bagi semua kalangan masyarakat dan pemerintah untuk berusaha mendorong gerakan peningkatan penganekaragaman pangan melalui pemanfatan pangan lokal berbasis, jagung dan ubi kayu.

Dalam festival pangan lokal ini, juara kategori lunchbox B2SA disabet Kecamatan Kapontori dengan nilai 83, 97. Juara dua, kecamatan Wabula dengan perolehan nilai 83, 07. Juara tiga, Kecamatan Lasalimu dengan nilai, 77, 72. Harapan satu, kecamatan Siotapina, nilai 77,58.

Kategori produk olahan pangan lokal komersial, juara satu kecamatan Lasalimu Selatan, nilai 82, 49. Juara dua, Kecamatan Kapontori, nilai 80,28. Juara tiga, Kecamatan Pasarwajo, nilai 78, 83. Juara harapan satu, kecamatan Wolowa dengan nilai 76, 38. (Cro2)

Bagikan