Miliki Lahan Subur, Pasokan Beras di Buton Bergantung dari Daerah Lain

PUBLIKSATU, BUTON-Kabupaten Buton terbilang salah satu daerah di Sulawesi Tenggara yang memiliki tanah subur untuk lahan pertanian. Hamparan lahan pertaniannya pun masih cukup tersedia.
Tak heran ada empat kecamatan di wilayah itu berpotensi menjadi lumbung pangan. Sebut saja, Kecamatan Kapontori, Lasalimu, Lasalimu Selatan dan kecamatan Siotapina.
Namun ironisnya, potensi ini tidak sebanding dengan yang sesungguhnya. Hamparan lahan subur tidak menjamin ketersediaan pangan beras di Kabupaten itu. Akibatnya, pasokan beras di datangkan dari daerah lain.
"Kalau untuk ketahanan pangan kita ini untuk produksi beras kita dengan konsumsi, lebih besar konsumsi kita. Oleh karena itu kita mendatangkan dari luar daerah," ujar kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton, Azizu kepada sejumlah wartawan saat festival pangan laokal di aula kantor Bupati Buton, lantai 2, kompleks perkantoran takawa, Jumat (6/12/2019).
Berdasarkan data susenas tahun 2018, konsumsi beras penduduk Kabupaten Buton saat ini mencapai 111,6 Kg/kapita/ tahun. Angka itu, berada di atas rata-rata konsumsi beras nasional yaitu 97,1 Kg/kapita/tahun.
Kendati demikian kata Azizu, meskipun produksi beras rendah, namun kabupaten Buton memiliki pangan lokal non beras yang cukup tersedia. Misalnya, jagung dan umbi-umbian. Bahkan pangan ini telah mengisi pasar di daerah lain. (Cro2)