Berita Terkini
Nasional

Dilanda Angin Puting Beliung, Enam Rumah di Munduktemu Rusak

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 9 Desember 2019 02:03 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Dilanda Angin Puting Beliung, Enam Rumah di Munduktemu Rusak

PUBLIKSATU,TABANAN, BALI EXPRESS - Angin puting beliung yang terjadi di Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Sabtu (7/12) menyebabkan sejumlah bangunan warga rusak, mulai dari tempat tinggal hingga merajan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, hujan mulai turun di Desa Munduktemu sekitar pukul 14.00 Wita, disusul dengan angin kencang disertai petir yang membuat suasana desa menjadi mencekam. Selanjutnya angin kencang mulai menerbangkan genteng atap rumah warga, gedeg hingga seng. Ada juga palinggih merajan warga roboh.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Munduktemu, I Nyoman Wintara mengatakan, hujan disertai angin kencang terjadi sekitar 1,5 jam dan mengakibatkan beberapa rumah dan merajan warga rusak. "Ada enam rumah dan merajan warga di beberapa banjar rusak," ujarnya Minggu (8/12).

Salah satunya adalah rumah semi permanen milik I Komang Gede Agus Ardika, 24, di Banjar Dinas Anggasari Kaja, Desa Munduktemu, Pupuan, Tabanan berukuran 4 x 5 meter. Atap rumah berbahan gedeg milik korban beterbangan sehingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 1 juta. Begitu juga dengan rumah berukuran 9 x 7 meter milik I Kadek Santera, 58, di Banjar Dinas Munduktemu Kaja, atap rumah tersebut diterbangkan angin kencang dengan kerugian mencapai Rp 10 juta.

Kemudian palinggih rong dua (Ibu) milik I Made Sudarya, 45, di Banjar Dinas Munduktemu Kaja juga roboh dengan kerugian mencapai Rp 7 juta. Selanjutnya atap seng bangunan rumah berukuran 7 x 6 milik I Nyoman Artana, 55, di Banjar Munduktemu Kaja juga diterbangkan angin dengan kerugian mencapai Rp 5 juta.

Juga atap seng bangunan dapur berukuran 5 x 6 meter milik I Made Astika, 45, di Banjar Munduktemu Kaja dengan kerugian Rp 2,5 Juta. Terakhir atap garase milik I Ketut Suardi, 43, di Banjar Dinas Munduktemu Kaja yang berbahan seng juga diterbangkan angin dengan kerugian mencapai Rp 500 ribu.

"Warga yang atap rumahnya diterbangkan angin yaitu Agus Ardika, sudah diperbaiki secara gotong royong oleh warga. Karena kasur dan barang-barangnya basah, jadi korban menginap di rumah tetangganya bernama Ketut Sutika," imbuhnya.(jp)

Bagikan