Berita Terkini
Baubau

Menara Pantai Nirwana Batal Dibongkar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 9 Desember 2019 15:59 WIB · 2 menit baca
Menara Pantai Nirwana Batal Dibongkar

PUBLIKSATU, BAUBAU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau batal membongkar menara pandang di atas pasir Pantai Nirwana Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari. Lantaran tidak ada warga yang lahannya dijadikan lokasi pemindahan proyek senilai Rp 223,7 juta itu.

"Memang hasil rapat di kantor BPBD itu hari mau pindah ke belakang sekitar 10 meter dari lokasi awal. Karena waktu ada keluarga pemilik lahan yang mau siapkan. Ternyata belakangan pemilik lahan itu tidak setuju," ungkap Kepala BPBD Baubau, La Ode Muslimin Hibali, dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (8/12).

Keadaan ini membuat BPBD kebingungan karena bertentangan dengan kesepakatan rapat bersama Dinas PUPR, Satuan Pol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Bagian Pembangunan Setda, Camat Betoambari dan Lurah Sulaa, pada 25 November 2019 lalu.

"Sehingga kita rapat lagi di lokasi. Setelah semua memberikan saran disimpulkan daripada ini tidak dilanjutkan sementara bangunan ini penting juga, maka mundur lah empat meter di lokasi yang sama," imbuh Plt Kepala Dinas Dukcapil ini.

Dia menjelaskan, pembangunannya dimundurkan mepet ke fondasi pembatas antara tanah yang diatur oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sultra dengan milik warga. Pihaknya mensiasati dengan cara tiang depan yang sudah terlanjur dibangun tidak dipakai lagi, sedangkan tiang belakang jadi tiang depan menara pandang itu.

Kata dia, menara pandang itu direncanakan setinggi empat meter. Saat ini, progres pembangunannya sudah sekitar 75 persen. "Banyak yang meragukan fondasinya. Padahal, desain kontraktor itu kedalamannya lewati ketinggian orang," ujarnya.

Muslimin berharap pembangunannya tidak lagi dipolemikkan. Sebab, menara pandang itu nantinya untuk memberikan informasi dini tentang potensi bencana kepada masyarakat pengguna fasilitas rekreasi Pantai Nirwana.

"Contoh banyak kejadian meninggal anaknya orang. Bulan lalu juga kan meninggal yang naik perahu karena rupanya tidak tahu berenang. Kalau ada menara itu, kita bisa lebih mudah memantau dan mengumumkan melalui pengeras suara," tandasnya.(exa)