3 Panduan Aman Makan Seafood Untuk Ibu Hamil

PUBLIKSATU.CO - Seafood sebenarnya tidak boleh dianjurkan untuk dikonsumsi sembarangan, apalagi bagi ibu hamil.
Ibu hamil memang perlu lebih berhati-hati, karena apa yang dikonsumsinya bisa berdampak langsung pada janin dalam kandungan. Nah, seafood sendiri berpotensi memiliki kandungan merkuri yang berbahaya bagi tubuh ibu maupun janin.
Faktanya, paparan merkuri pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan perkembangan otak dan fungsi kognitif, serta gangguan sistem saraf pusat pada janin.
Namun sebenarnya, biota laut ini bisa memberikan nutrisi yang menyehatkan. Misalnya, omega-3, zat besi dan zinc (seng) yang sangat baik untuk tumbuh kembang janin secara keseluruhan.
Panduan makan seafood untuk ibu hamil
Dikatakan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, hal paling penting yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil yang ingin makan seafood adalah porsi, jenis seafood yang dipilih dan cara pengolahannya.
1. Porsi
Ibu hamil disarankan untuk makan seafood secara rutin dan teratur, karena tinggi akan kandungan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak bayi.
“Tapi, harus diperhatikan juga porsinya. Rekomendasinya adalah dua porsi seafood dalam satu minggu," ujar dr. Dyan Mega.
2. Jenis
Selain porsi, perhatikan juga jenisnya. Ada jenis-jenis seafood yang tidak boleh dikonsumsi, misalnya ikan yang hidup di dasar laut.
“Jenis-jenis ikan tersebut memiliki kandungan merkuri yang paling tinggi. Contohnya ikan hiu," tutur dr. Dyan Mega.
Selain hiu, dr. Dyan Mega juga mengatakan bahwa ibu hamil perlu menghindari ikan todak, makerel, dan kerang-kerangan, karena berpotensi mengandung kadar merkuri tinggi. Menurutnya, lebih baik pilih jenis ikan laut yang ada di permukaan seperti tuna atau salmon.
"Kalau ikan laut yang ada di permukaan seperti tuna, tidak masalah untuk ibu hamil. Seperti diketahui, ikan tuna itu sangat bagus untuk tumbuh kembang janin yang masih di dalam kandungan," ungkap dr. Dyan Mega.