Berita Terkini
Buton

Intip Kemeriahan Weana Bomba, Pesta Adat Pikoelaliwu di Buton

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 10 Desember 2019 23:47 WIB · 3 menit baca
Intip Kemeriahan Weana Bomba, Pesta Adat Pikoelaliwu di Buton

PUBLIKSATU, BUTON-Lembaga adat Takimpo, Kambula-Bulana dan Pasarwajo tengah melaksanakan pesta adat. Pesta ini oleh masyarakat setempat menyebutnya, Pikoelaliwu. Rangkaian syukuran ini diselenggarakan selama sebelas hari. Terhitung sejak 1- 11 Desember 2019.

Diawal rangkaian, masyarakat adat menyelenggar prosesi ritual picundupia, kemudain ada juga pehatoa. Nah kali ini, Selasa (10/12/2019) digelar di Baruga Pasarwajo, prosesi acara adat memasuki ritual weana bomba.

Weana bomba rangakai adat Pikoelaliwu ini merupakan ritual dimana anak-anak yang sebelumnya mengikuti ritual picundupia, pemberian tanda darah dikepala anak pertama masyarakat adat yang di selenggarakan di pantai wajo lalu dibawah ke baruga, masyarakat setempat menyebutnya, galampa.

Dalam perjalanan menuju galampa, anak-anak peserta Weana bomba itu diiringi dengan musik tradisiaonal, Ganda jawa. Nah, saat tiba, anak tersebut dilanjutkan kembali dengan picundupia di tangga galampa. Hal ini sebagai syarat telah menginjakan kaki pertama di tanah sarah adat.

Didalam galampa nampak keluarga keluarga dekat yang telah balig atau dewasa menyambut peserta weana bomba dengan tarian tradisional yang di sebut tari cungka.

Menariknya dalam penyelenggaraan acara adat ini masyarakat adat terus melantunkan syair tradisional berisi petuah dari awal acara sampai akhir tak pernah berhenti.

Selain itu, melempar uang dari baruga mewarnai keseruan rangkaian acara adat ini. Tak jarang anak maupun dewasa berlomba mengumpulkan. Siapa cepat ia dapat.

Prosesi melempar uang ini nampak menggugah hati orang nomor satu dijajaran pemerintah Kabupaten Buton, La Bakry. Ia pun turut menjadi bagian melempar sejumlah uang. Ia tampak menikmati rangkaian acara ini. Sembari melempar, sesekali Bupati terlihat berdesak-desakan bersama masyarakat adat.

Tak mau ketinggalan, Kapolres Buton, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga ikut berperan. Seperti halnya dengan anggota dewan perwakilan rakyat kabupaten Buton yang satu ini, Sabaruddin Paena.

Bupati Buton, La Bakry menjelaskan acara adat seperti ini, sejalan dengan visi dan misi pemerintah kabupaten Buton. Kala itu ia bersama Umar Samiun bertekat menjadikan Buton kawasan Bisnis dan budaya terdepan.

"Aplikasinya bisa mensupport seluruh kegiatan adat yang sudah tumbuh berkembang ratusan tahun. Termasuk juga secara fisik baruganya juga suda siapkan termasuk baruga pasarwajo. Salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah," ujar dia kepada sejumlah wartawan saat mengikuti acara adat, Weana bomba, Selasa (10/12/2019).

Sementara itu, Ketua panitia acara adat, Amlan mengharapkan pesta budaya dua tahun sekali ini kiranya dapat mempererat tali silaturahmi masyarakat. Selain itu, acara semacamam perlu diadakan pengembangan sehingga menjadi destinasi wisata.

"Harapannya sengan adanya budaya ini kami juga perlu perkembangan budaya apalagi sekarang menyongsong destinasi wisata," ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan nantinya dipuncak acara, Rabu (11/12/2019) besok ritual gilisoria menjadi bagian dari acara adat.

"Pada saat acara itu, gilisoria. Menarinya para tokoh-tokoh adat waci. Yang dilepas oleh para bela. Dari pintu pelepas ada pesan. Kemudian masuknya itu ada pesan," ujarnya.

Dalam acara ini, terlihat sejumlah turis asing mengikuti rangakain Pikoelaliwu adat Takimpo, Kambula-Bulana dan Pasarwajo. (Cro2)