Kaitan Minum Teh Panas Dengan Risiko Kanker Esofagus

PUBLIKSATU.CO - Teh merupakan salah satu minuman yang kerap dihidangkan, khususnya jika diminum pada pagi hari, waktu santai, jelang tidur, atau saat cuaca dingin. Namun waspadalah, minum teh panas dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker esofagus.
Mengenal kanker esofagus
Esofagus merupakan saluran yang menghubungkan antara mulut dan lambung. Jadi setelah makanan dikunyah di mulut, makanan tersebut akan melewati esofagus, kemudian masuk ke dalam lambung.
Kanker esofagus terjadi jika sel-sel yang melapisi saluran esofagus berubah menjadi ganas dan berkembang biak tak terkendali, sehingga menyebabkan benjolan di dalam esofagus yang membesar dengan cepat.
Benjolan di dalam esofagus tak bisa dilihat dari luar. Gejala yang umumnya dirasakan adalah kesulitan menelan.
Pada tahap awal, biasanya penderita kanker esofagus kesulitan menelan makanan yang keras. Namun lama-kelamaan, makanan lumat dan cair pun akan sulit untuk ditelan.
Selain itu, sebagai akibat dari gangguan menelan dan sel kanker yang berkembang cepat, biasanya berat badannya penderita akan turun drastis dan mengalami malnutrisi.
Jika kanker esofagus diketahui secara dini, umumnya dokter akan melakukan operasi untuk memotong bagian esofagus yang mengalami kanker dan menyambungkan bagian sehat. Namun, jika kanker esofagus baru ketahuan saat stadium sudah lanjut, radiasi dan kemoterapi perlu untuk dilakukan.
Teh panas dan kanker esofagus
Temuan beberapa studi dari negara-negara di daerah Timur Tengah dan Asia terbilang sangat mengejutkan. Terungkap bahwa orang-orang yang meminum teh dengan suhu di atas 60 derajat Celcius sebanyak 2-3 gelas per hari memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami kanker esofagus, dibandingkan dengan mereka yang minum teh 2-3 gelas per hari dengan suhu biasa atau dingin.
Lebih lanjut, ditemukan bahwa semakin panas teh yang biasa diminum, semakin tinggi risikonya. Jika seseorang suka minum teh panas dengan suhu 90 derajat Celcius atau lebih, risikonya mengalami kanker esofagus meningkat 10 kali lipat.
Ads by AdAsia

Hingga kini, peneliti belum bisa menjelaskan dengan pasti mengapa teh panas bisa meningkatkan risiko kanker esofagus. Namun, diduga bahwa suhu panas dapat merusak sel-sel di daerah esofagus, sehingga sel di esofagus menjadi ganas.