Petani Harapkan Bibit Rumput Laut Kultur Jaringan
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Potensi perikanan dan keluatan di Kabupaten Buton Selatan tak bisa dipandang sebelah mata. Bagaimana tidak seperti yang terjadi pada kelompok budidaya rumput laut di Kelurahan Lakambau. Meraup omset hingga Rp 1,1 miliar.
Hasil panen rumput laut para petani Buton Selatan (Busel) tahun ini mengalami keuntungan besar, itu disebabkan Rumput laut yang dibudidayakan tumbuh subur, disertai kenaikan harga jual dipasaran.
Pasca syukuran tiga kelompok petani budidaya rumput laut Kalangana, Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga yang dalam semusim meraup keuntungan hingga 3,2 miliar. Kini giliran petani rumput laut budidaya Jaya Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga meraup omset sebesar Rp 1,1 miliar.
Angka itu cukup fantastis, di mana aktifitas budidaya rumput laut cukup menjanjikan dalam menopang ekonomi nelayan. Peran pemerintah daerah dalam membina, memfasilitasi nelayan rumput laut, juga menjadi salah satu faktor masyarakat nelayan semangat melakukan aktifitas budidaya rumput laut hingga meraup keuntungan yang melimpah.
Ketua Kelompok Lakambau Budidaya Jaya La Ode Mukmin punya kisah tersendiri suka dan duka mendulang duit hasil rumput laut atau agar-agar sejak 1995 ini.
Asam garam mengais rejeki rumput laut di Batauga ia tekuni bersama 9 kawan lainya dalam kelompok Lakambau Budidaya Jaya. Rata-rata satu orang bisa meraih 3 hingga tujuh ton hasil rumput laut kering.
Ia mengaku membudidakan rumput laut di Batauga punya tantangan tersendiri. Sebab hanya bercocok pada musim timur. Jika sudah masuk musim barat kisaran bulan Desember hingga April gelombang tinggi di Batauga.
Karena itu, dari hasil panen enam bulan lalu ia taktisi untuk bisa bertahan selama libur enam bulan. Meskipun hasilnya cukup tahun 2019 ini. Namun ia bandikan cukup baik rejekinya tahun ini dibandingkan sebelumnya.
Kedepan ia berencana akan beralih memasang budidaya rumput laut jenis kultur jaringan. Keunggulanya cukup banyak. Bisa dibudidaya diempang. Diair payau. Belum lagi kesusutan rumput laut kultur jaringan ini kecil dibandingkan dengan bibit rumput laut yang sering ia gunakan saat ini.
“Kami berterima kasih kepada Pemda lebih khusus kepada Plt Bupati H La Ode Arusani yang memberikan perhatian serius kepada petani rumput laut dalam bentuk bantuan bibit. Alhamddulillah hasilnya memuaskan,” kata petani rumput laut La Ode Mukmin yang juga Ketua Kelompok Lakambau Budidaya Jaya.
Sebagai wujud rasa terimakasih atas hasil yang yang diperoleh, petani budidaya rumput Lakambau menggelar syukuran di tepi pantai Lakambau, sehingga ke depannya rezeki mereka semakin meningkat Lagi.
Kata La Ode Mukmin mengatakan perbandingan hasil panen tahun 2018 dan tahun 2019 tidak jauh berbeda, tetapi tahun ini ada peningkatan hasil panen disertai naiknya harga rumput laut di pasaran. Selain itu sudah ada beberapa nelayan yang telah menggunakan bibit kultur jaringan yang diambil dari Sampolawa dan hasilnya cukup jauh berbeda dengan rumput laut yang biasa digunakan masyarakat.
Dikatakan untuk hasilnya produksi pendapatanya perorangnya mencapai 3-4 ton. Paling banyak tujuh ton perorang. Jadi jika dirata-ratakan satu kelompok petani rumput laut mendapatkan total 50 ton selama empat bulan dan untuk satu kelompok petani budidaya rumput laut memiliki anggota sebanyak 10 orang .
Sebagian besar petani Budidaya Jaya Lakambau, masih mengambil bibit rumput laut di La Sori, Kecamatan Mawasangka Tengah, dan baru sedikit yang menggunakan bibit kultur jaringan dari bantuan Balai Pengembangan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar.
La Ode Mukmin juga menilai perkembangan bibit kultur jaringan yang dicoba oleh beberapa nelayan di kelompoknya, dan hasil cukup bagus. “Batang rumput lautnya cukup besar tahan terhadap penyakit, hasil panennya cukup banyak, berbeda jauh dengan bibit rumput laut yang lazim digunakan. Kedepan kami akan mencoba menggunakan bibit kultur jaringan, kami pikir itu tidak cocok ditanam di pesisir perairan Batauga, tapi setelah melihat hasilnya ternyata hasilnya bagus,” terangnya.
Musim Timur telah berakhir, semua rakit termasuk perahu ditarik ke darat guna menghidari gelombang ombak musim barat. ” Jadi nanti akhir bulan April atau awal Mei baru kami turunkan kembali rakit rumput laut dan memulai aktifitas budidaya,” tukasnya.
Rata-rata satu orang petani dengan 10 buah rakit dalam semusim bisa menghasilkan Rp 120 juta. Biasanya 10 sampai 12 orang petani rumput laut tergabung dalam satu kelompok nelayan. (aga)