Berita Terkini
Busel

Sayangkan Pengelolaan Tambang Aspal, Bupati Busel Minta Perusahaan Penuhi Kewajiban

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 12 Desember 2019 18:05 WIB · 2 menit baca
Sayangkan Pengelolaan Tambang Aspal, Bupati Busel Minta Perusahaan Penuhi Kewajiban
Sejumlah warga Sampolawa menggelar aksi unjuk rasa menolak tambang aspal di daerah tersebut

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Bupati Buton Selatan (Busel0 H La Ode Arusani menyayangkan pengelolaan tambang aspal di Desa Sandang Pangan, Kecamatan Sampolawa belum mematuhi kewajibanya kepada negara.

Kata dia, sejak awal pengelolaan pertambangan itu tak ada komunikasi dengan Pemkab Busle). Hal ini ia sangat sayangkan.

Padahal, kata dia, meskipun penerbit izin penglolaan adalah wilayah hukum provinsi, namun yang mendapatkan dampak besar adalah masyarakatnya di Kabupaten Busel. "Dampaknya sangat luar biasa kepada mayarakat, warga juga mengadunya kepada kami di daerah," katanya.

Ia menambahkan, pihak perusahaan mestinya tidak mengganggu aktivitas umum masyarakat. Makanya pihaknya memerintahkan jajaranya untuk menutup sementara pertambangan. "Makanya saya perintahkan tutup sementara dulu, karena belum tuntas jalan yang masuk itu milik pemerintah daerah," tukasnya.

Mestinya, lansjutnya, dalam mengelola aspal Sampolawa, pihak perusahaan membuka ruas jalan baru khusus lalu lalang kendaraan roda duanya. Begitupun juga pelabuhan. Mestinya pihak perusahaan membuka pelabuhan baru. Sebab di tempat pengapalan aspal itu padat pemukiman penduduk, pelayanan pendidikan, ada aktivitas perekonomian.

Dikatakan, Pemkab tak berupaya menolak tambang. Hanya saja, kewajiban kepada daerah dan negara harus terpenuhi. Ia menegaskan pihak perusahaan wajib melunasi seluruh kewajiban. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Ia juga mendorong pihak perusahaan agar melunasi seluruh kewajibannya sesuai ketentuan perundang-udangan. Ia menyarankan agar pihak perusahaan mensosialisasikan kepada warga.

"Kita berharap pihak perusahaa ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Artinya jangan ada warga yang merasa dirugikan," katanya.

Pertambangan aspal di Sampolawa untuk sementara dihentikan pengapalan.

Arusani mengaku tidak berniat ada ada upaya menghalangi pertambangan di Busel. Hanya saja ia lebih menekankan pada kepatuhan pihak perusahaan terhadap perundang-undangan. (aga)