TPID Muna Raih Kategori Berprestasi

PUBLIKSATU, MUNA - Pertemuan tahunan Bank Indonesia menyebut tenunan Masalili Kabupaten Muna, sebagai salah satu sektor riil yang perlu mendapat perhatian.
Demikian diungkapkan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kendari, Suharman Tabrani. Menurutnya sudah selayaknya sektor ini dikembangkan bersama untuk menjadi kekuatan ekonomi baru di Sultra, dan bersanding dengan pertambangan serta hasil olahannya.
Sebagai bentuk apresiasi Bank Indonesia terhadap Kabupaten Muna, tenunan Masalili mendapatkan kesempatan untuk penampilan fashion show di akhir acara pertemuan ini. Selain itu, Kabupaten Muna juga mendapat penghargaan dalam sesi acara Bank Indonesia Sultra Award. Pada sesi ini, Muna berhasil meraih penghargaan untuk kategori Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas komitmen dan konsistensi yang ditunjukkan TPID kabupaten dalam menjalankan program inflasi daerah. Khususnya, untuk daerah yang tidak atau belum menjadi basis perhitungan inflasi nasional. Penghargaan ini diterima langsung Pj Sekda Muna, Ali Basa.
Sejalan dengan Kepala Perwakilan BI Kendari, Wakil Gubernur Sultra Dr. H. Lukman Abunawas, bahwa pertumbuhan ekonomi di Sultra cukup menggembirakan. Angkanya berada di kisaran 6,2 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen. Wagub menyebutkan lima sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi Sultra. Pertama bidang pertanian, selanjutnya disektor Kelautan dan perikanan dan ketiga energi maupun sumber daya mineral. Sementara untuk pendukung ekonomi bagian keempat adalah sektor pariwisata dan terakhir adalah bidang industri dan jasa. (cr1)