Berita Terkini
Nasional

Korlantas Imbau Kecepatan Kendaraan di Japek Elevated 60-80 Km/Jam

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 18 Desember 2019 21:27 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Korlantas Imbau Kecepatan Kendaraan di Japek Elevated 60-80 Km/Jam

PUBLIKSATU, Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated telah beroperasi dan diharapkan dapat memperlancar arus mudik Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Pihak Korlantas Polri pun akan mengatur arus lalu lintas di dalam tol tersebut agar lonjakan kendaraan dapat terkendali.

“Kita sudah ada antisipasi penempatan personel maupun sarana dan prasarana dan nantinya akan ada pintu-pintu evakuasi seperti u-turn untuk antisipasi apabila terjadi kecelakaan dan kemacetan kita bisa melakukan rekayasa lalu lintas, baik contra flow dan one way,” terang Kasi Denwal PJR Korlantas Polri, AKBP Dedy Suhartono di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (18/12).

Ia menyampaikan bahwa terdapat daerah yang rawan terjadi kemacetan di Japek Eksisting. Mulai dari Bekasi Timur hingga Karawang Barat. Maka dari itu, diharapkan tol ini dapat berdampak positif atas kelancaran lalu lintas Nataru.

“Itu kawasan industri yang tentunya banyak melintas kendaraan besar, di tol Japek Eksisting itu kan juga masih ada pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, pembangunan Tol Cibitung-Cilincing dan LRT serta pembangunan jalur di Japek Eksisting,” tuturnya.

Selain itu, sambungan badan jalan di tol yang membuat guncangan keras ini membuat pemudik harus berhati-hati dalam berkendara. Pengendara diimbau melintasi tol layang tersebut dengan kecepatan 60 hingga 80 km per jam.

“Kita juga harus waspadai elevated itu masih bergelombang, sebetulnya tidak berbahaya tapi harus kita kontrol. Minimal 60 dan maksimal 80 km per jam. Kalau 120 km terasa sekali karena juga ada efek angin yang membuat oleng. Pastikan BBM full, kondisi mesin prima,” ungkapnya.

Dalam tol tersebut, nantinya akan disediakan mobil patroli dan beberapa petugas yang melakukan monitor terhadap setiap kejadian. Akan ada empat kendaraan, dua kendaraan menuju arah Cikampek dan satu kendaraan menuju Jakarta, satu lagi kendaraan cadangan apabila diperlukan.

“Kita harus sosialisasi agar pengguna jalan tidak kaget memilih jalur bawah atau atas. Ada yang jaga juga nanti,” katanya. (JP)

Bagikan