Berita Terkini
Sultra

Wisuda 164 Alumni Baru, Rektor USN Kolaka Paparkan Program Jangka Panjang

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 18 Desember 2019 19:16 WIB · 4 menit baca
Wisuda 164 Alumni Baru, Rektor USN Kolaka Paparkan Program Jangka Panjang
Rektor USN Kolaka Paparkan Program Jangka Panjang

PUBLIKSATU, KOLAKA - Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN) Kolaka kembali menghasilkan alumni sarjana dan diploma dalam rapat terbuka senat USN yang digelar di salah satu hotel di Kolaka, Senin (16/12).

Kali ini jumlah alumni mahasiswa yang diwisuda sebanyak 641 orang dari 6 fakultas dan 29 prodi.

Turut menghadiri rapat terbuka senat USN tersebut, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas, mantan bupati Kolaka Amir Sahaka, dan unsur Forkopimda Kolaka.

Dalam sambutannya, Wagub Lukman Abunawas berkali-kali menyatakan dukungan Pemprov atas semua upaya rektor dan civitas USN menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Kolaka.

"Pak gubernur dan saya selaku pemerintah provinsi Sultra menyatakan dukungan pada setiap upaya peningkatan kapasitasnya. Karena USN bukan saja merupakan kebanggan orang Kolaka tapi juga masyarakat Sultra pada umumnya," kata Lukman Abunawas.

Terkait alokasi pendanaan untuk USN, mantan Sekda Pemprov Sultra itu memastikan anggaran akan selalu siap jika USN menyodorkan permohonannya.

"Ingat, pendidikan tinggi bukan hanya urusan atau tanggung jawab pemerintah pusat. Kita daerah juga punya kewajiban untuk bersama-sama memajukan kampus ini. Kita tunggu permintaan dari USN. Karena ini sejalan dengan program prioritas kami, Sultra Cerdas," tambah Lukman.

Sebelumnya, Rektor USN Azhari dalam sambutan pembukaan rapat terbuka senat kembali mengisahkan perjalanan panjang STIKIP dibawah yayasan, hingga menjadi perguruan tinggi negeri seperti sekarang.

Selain itu Azhari juga memaparkan program jangka menengah dan jangka panjang terkait pengembangan USN menjadi universitas yang maju.

Sekilas sejarah kampus merah maron, Azhari mengungkapkan, perjalanan panjang USN tidak bisa dipisahkan dari niat tulus para pendiri yayasan pengelola STIKIP untuk membangun pendidikan tinggi di Kolaka

Menurut Azhari, sebelum dirinya, dasar-dasar pembangunan USN telah diletakkan pondasinya oleh Ahmad Dakari, Mustika Rahim, dan Yan Iswan selaku ketua STIKIP Kolaka.

"Saya dilantik sebagai ketua yayasan STIKIP Kolaka tahun 2004. Dan sampai sekarang total 16 tahun saya berdiri disini dengan pakaian yang sama. Tapi tanpa para pendiri dan orang tua kita, maka saya tidak ada apa-apanya. Saya sangat tahu diri," kata Azhari

Ditambahkan Azhari, kemajuan USN memang tidak dapat dilepaskan dari peranan tokoh dan orang tua Kolaka, termasuk para mantan bupati, terutama bupati ke-4 kabupaten Kolaka Sangkala Manomang.

"Pak Manomang luar biasa, dia berikan kepada kita bangunan, berikan tanah. Dan itu dipertahankan sampai jaman pak Andi Pangerang Umar, diteruskan jaman pak Buhari Matta," ulas Azhari.

Menjelang 2007 Azhari hendak meninggalkan Kolaka karena menerima tawaran dari rekannya untuk mengabdi di salah satu kantor kementerian.

Tapi bupati Kolaka Buhari Matta dan beberapa pendiri STIKIP justru memintanya tetap tinggal dan meneruskan upaya menjadikan STIKIP Kolaka menjadi universitas.

"Selain pak Tahrir, para orang tua pendiri STIKIP malah datang ke hotel Zam-Zam di Kendari. Mereka bawa notaris Asman Amanullah. Saya disodori perubahan akta pendirian. Nama saya dimasukkan sebagai salah satu pendiri, padahal yayasan didirikan taju 1984. Tujuannya agar saya tidak tinggalkan USN," ungkap Azhari.

"Jadi kalau ada yang bilang saya tidak menghormati para pendiri, orang tua itu salah. Mereka tidak mungkin mau merubah yayasan dengan memasukkan saya sebagai pendiri," tambahnya.

Kini USN kata Azhari telah maju beberapa langkah dibanding masa awal pendiriannya sebagai universitas.

Saat ini kata Azhari, USN telah memiliki 29 program studi dari sebelumnya hanya 3, dengan 6 fakultas.

Dengan tantangan yang ada, Azhari meyakinkan USN akan terus maju terutama berkat dukungan dari kementerian PUPR melalui penganggaran proyek pembangunan 2 gedung, dan jalan lingkar dalam kampus sebesar Rp 29 miliar.

Masih dari kementerian yang sama, USN juga akan menerima bantuan berupa pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa), yang di Sultra hanya dioeruntukkan bagi USN dan Unsultra.

Terkait pengembangan akademik, Azhari mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan 2 aktivitas perkuliahan kepada kementerian Dikti. Kolaka dan Buton Tengah (Buteng).

Khusus Buteng kata Azhari diusulkan prodi perikanan, kimia, fisika dan MIPA. Hasilnya penganggaran untuk Kolaka Rp 67 miliar, dan Buteng Rp 30 miliar. "Tapi Buteng sudah sangat siap dan memenuhi persyaratan," ujarnya.

Terkait pendirian fakultas kesehatan masyarakat, Azhari mengungkapkan bahwa itu adalah cikal bakal dari Akper. "Sekarang sudah ada farmasi yang menjadi jurusan favorit. Kita lagi mengusul S1 kebidanan, S1 keperawatan dan S1 Kesmas yang kita harapkan menjadi cikal bakal fakultas kedokteran," bebernya.

Untuk antisipasi program menengah dan jangka panjang, USN masih menunggu lahan pemberian bupati Manomang diambil/dikuasai kembali.

"Kalau sekarang kampus Tanggetada sangat terbatas, 30 hektar hanya cukup 6 fakultas, 15 ribu mahasiswa. Kalau dibagi hanya 3 meter ruang per kepala," ulasnya.(m6)