Berita Terkini
Busel

Balitbang Bakal Terbitkan Buku Sejarah Busel

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 19 Desember 2019 18:40 WIB · 4 menit baca
Balitbang Bakal Terbitkan Buku Sejarah Busel
Tim ahli Dr La Ode Abdul Munafi MSi saat memaparkan materinya dalam seminar akhir penyusunan dokumen sejarah Buton Selatan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Tak lama lagi dokumen sejarah Buton Selatan (Busel)

akan segera diterbitkan. Balitbang Busel bekerja sama dengan tim ahli dari

Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) tengah merampungkan dokumen tersebut tahun

2019 ini.

Seminar akhir penyusunan dokumen sejarah Busel itu digelar di Aula Lamaindo dengan

menghadirkan tim ahli yang dipimpin Dr Andri Tenri MSi, Dr La Ode Munafi MSi, dan

Haeruddin MA. Seminar ini dibuka asisten II Setda Busel La Ode Mpute.

Asisten II Setda Busel La Ode Mpute mengatakan, dokumen itu juga kedepan nantinya

motivasinya agar bisa menjadi salah satu sumber kebijakan pemerintah daerah dalam

menentukan hari jadi Kabupaten Buton Selatan.

Dengan adanya dokumen sejarah Buton Selatan ini diharapkan menjadi landasan sumber

dokumen yang ilmiah bagi Buton Selatan.

Menurutnya, jika dalam dokumen itu nantinya akan melahirkan rekomendasi Kabupaten

Buton Selatan yang berkarakter islami. Alasannya karena pintu masuknya pertama

penyebaran islam di pulau Buton ada di Burangasi, Kecamatan Sampolawa Kabupaten

Buton Selatan.

Ini kata dia, akan menjadi salah satu poin arah kebijakan pembangunan Kabupaten

Buton Selatan menjadikan Busel sebagai daerah berbasis islami.

"Saya kira ini yang menarik dalam rekomendasi dokumen sejarah Buton Selatan. Tim

ahli secara ilmiah dalam penelitian merekomendasikan hari jadi Buton Selatan dan

menjadikan Kabupaten Buton Selatan yang berbasis atau berkarakter Islami. Karena

masuk Islam yang pertama itu oleh Syekh Abdul Wahid bin Sulaiman itu dari Burangasi

sebelum menuju dan mengislamkan raja Buton saat itu," katanya.

Dokumen ini nantinya menjadi buku sejarah bagi Buton Selatan. Ini juga nantinya akan

menjadi dokumen pelajaran referensi bagi generasi berikutnya.

Menurutnya, dalam penyusunan dokumen ini semangat awal niatan untuk melahirkan

menjadi rancangan peraturan daerah (Raperda) hari jadi Kabupaten Buton Selatan.

Ketua Tim Ahli Dr Andi Tenri mengatakan, studi penyusunan dokumen sejarah Buton

Selatan. Dalam paradigma itu tim ahli menulis semua item-item sepanjang semua

mempunyai sumber sejarah yang menyangkut Buton bagian Selatan.

Sumber sejarah itu dimulai dari buku negarakartagama sampai runtutan sejarah paska

Buton bagian Selatan masuk menjadi Daerah Otonom Baru. Meskipun ia mengakui ini

tidak tuntas. "Ini gambaran secara umum konteks penulisan dokumen sejarah Buton

Selatan itu," katanya.

Tujuan yang ingin dicapai kata Andi Tenri dari penyusunan dokumen sejarah Buton

Selatan ini diharapkan dari kajian dokumen itu akan menganalisa atau memunculkan

peristiwa yang bisa direkomendasikan untuk hari jadinya Busel.

Kata dia, ada tiga peristiwa penting dalam dokumen sejarah Buton Selatan pertama

negarakartagama maknanya disitu penaklukan Majapahit. Kedua, berintegritas tiga

daerah di Buton. Kemudian masuknya islam pertama kalinya di Buton melalui pintu

Selatan Buton yakni di Rampea Burangasi.

Menurutnya dalam pandangan normatif islam itu adalah peradaban jadi besar

pengaruhnya terhadap masyarakat.

Kata dia, tim ahli merekomendasikan dalam kesimpulan dokumen itu kalau ditetapkan

hari jadi Busel maka merujuk pada tiga peristiwa penting itu. Didalam studi semua

lengkap dipaparkan.

"Tergantung dari Pemkab kalau menindaklanjuti hal ini untuk menetapkan hari jadi.

Maka akan ada lagi menyusun naskah akademik lalu diseminarkan lagi lalu ditetapkan.

Baru diusulkan ke DPRD untuk dibuatkan Perda, " katanya.

Menurutnya jika dalam penyusunan dokumen itu ada dinamika hal wajar. Dalam versi

pertama dokumen yang ditemukan masuknya islam pertama di Buton melalui Bagian

Selatan Pulau Buton tepatnya di Rampea Burangasi tahun 940 hijriah atau 1533 masehi

oleh Syekh Abdul Wahid bin Sulaiman utusan dari Kesultanan Turki Usmani pusat

terakhir peradaban islam dunia.

Kata dia, ada data bandingan berkembang dari hasil seminar akhir tersebut terungkap

masuknya islam pertama kalinya di Buton mundur sekitar 20 tahun dari data yang

ditemukannya. Maupun data pembanding soal pembentukan Kabupaten Buton Selatan. Ini

menjadi referensi yang akan dianalisis untuk menjadi sumber yang ilmiah dalam

dokumen itu.

"Kami akan minta dokumen itu agar menjadi data membandingkan dua sumber itu.

Nantinya itu hasil akhirnya akan menjadi sebuah landasan, " katanya.

Sementara itu, Kepala Balitbang Busel La Amiri mengaku, dokumen ini merupakan awal

lahirnya referensi sejarah Buton bagian Selatan hingga menjadi Kabupaten Buton

Selatan.

"Dengan harapan adanya dokumen ini menjadi salah satu referensi sejarah Buton

Selatan sehingga dapat dikenang generasi berikutnya," harapnya.

Pada masa Kesultanan Buton di selatan Buton yang kini wilayah Busel penyokong

peradaban Bahari Buton yakni Pelabuhan Bandar Batauga dimana saat angin monson Timur

Batauga menjadi daerah pelindung pelayaran kearah Barat Makassar, Gresik (Surabaya,

Riau, hingga Singapura). (aga)