Pelabuhan Terintegrasi Genjot Pertumbuhan Ekonomi

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) berupaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Salah satunya wujud itu merencanakan membangun pelabuhan dan terminal terintegrasi di Bandar Batauga.
Upaya peningkatan infrastruktur daerah untuk menggenjot Kabupaten Beradat itu menjadi daerah yang maju dan berkembang. Salah satu pelabuhan yang akan dibangun juga di Kelurahan Masiri dan Majapahit. Proses perencanaan sudah dimulai.
Untuk merealisasikannya Pemkab Busel bakal meminjam dana segar dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra Rp 115 miliar. Rekomendasi persetujuan DPRD sebagai lembaga wakil rakyat sudah dikantongi. Sisa menunggu tahap persetujuan dari pihak bank berdasarkan ketentuan perundang-undangan dengan syarat realisasi APBD 95 persen.
Pembangunan pelabuhan rakyat yang diperuntukkan di Bandar Batauga itu. Pemkab Busel harus membutuhkan dana mencapai Rp 24 miliar itu harus dilakukan pinjaman selama 3 tahun lamanya. Dimana bunga pinjaman yang harus dibayarkan oleh Pemkab Beradat itu mencapai 10 persen pertahunnya.
Pelaksana Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Busel, Vivianti menuturkan langkah Pemkab Busel dibawah kepemimpinan Pelaksana Bupati Busel Laode Arusani perlu diacungi jempol. Betapa tidak, dengan pinjaman dana daerah yang mencapai Rp 24 miliar itu tentu akan berdampak positif pada peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Busel.
Kata dia, target Pemkab Busel dengan hadirnya dermaga ini yang menghubungkan 4 kecamatan yang ada diwilayah kepulauan Kabupaten Busel tentu akan memicu pertumbuhan ekonomi Busel. Selain itu pula, pelabuhan ini juga akan menjadi potensi pendapatan daerah tas penarikan retribusi dilokasi yang dimaksud.
Ia menjelaskan, ditahun 2019 studi kelayakan pembangunan dermaga pelabuhan rakyat ini sudah dilakukan. Dan dipastikan pembangunan dermaga akan diperkirakan akan terbangun pada bulan Juli 2020 sembari menunggu amdal yang kepengurusannya menelan waktu hingga 6 bulan lamanya.
"Terkait zonasi dan izin lokasi sebenarnya sudah layak untuk dibangun dermaga ini. Apalagi sudah ada master plannya yang dilakukan sejak 2018 silam," tambahnya.
Sementara itu, Plt Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani meminta kepada seluruh stakeholder serta Kepala OPD lingkup Busel untuk bahu membahu dalam upaya percepatan pembangunan di Buton Selatan. Pasalnya, tanpa ada dukungan dari seluruh pihak maka pembangunan Busel tidak akan terlaksana dengan baik.
"Apapun bentuk pembangunan yang dilakukan tentu ada efek sosial yang akan ditimbulkan. Baik itu peningkatan perekonomian, peningkatan pendapatan daerah bahkan yang lebih penting lagi yaitu untuk kemajuan Busel yang lebih baik lagi," ujarnya.
Dia menambahkan, untuk mendukung pinjaman dana tersebut pihaknya tentu memerlukan landasan hukum berupa perda yang menjadi keputusan bersama Pemkab Busel dan DPRD Kabupaten Busel. Dan belum lama ini, langkah pihaknya telah mendapat restu dari para wakil rakyat Kabupaten Beradat itu.
"Itu telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Busel beberapa waktu lalu yang melahirkan peraturan daerah (Perda) atas pinjaman dana itu. Mudah-mudahan pembangunan yang kita lakukan ditahun 2020 nantinya tidak mendapat hambatan demi busel yang lebih baik lagi," tutupnya. (aga)