Kadis Pendidikan Busel Prihatin, Masih Ada Siswa Kelas Ujian tak Fasih Membaca

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan, Drs La Makiki MPd mengaku sangat prihatin. Pasalnya, berdasarkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan beberapa bulan terakhir, masih menemukan siswa SD kelas ujian belum fasih membaca.
Kondisi itu membuat dirinya sangat bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan. Namun demikian kata dia, semua stakeholder utamanya dimulai dari orang tua siswa, guru, Kasek hingga Dinas Pendidikan masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan hal ini.
"Sesuai hasil kunjungan kerja saya beberapa bulan terakhir ini di wilayah Kadatua, kemudian di Siompu Barat dan Siompu masih ditemukan ada beberapa sekolah oknum siswa kelas 6 SD belum bisa membaca," imbuhnya.
Menurutnya, ini menjadi salah satu tantangan besar dalam pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang akan diterapkan seluruh sekolah tingkat SD tahun 2020 di Busel.
Karena itu pihaknya bekerja ekstra melakukan evaluasi dan pembinaan beberapa sekolah tersebut agar menjadi perhatian bersama. Ia juga sudah memberikan perhatian serius menangani persoalan itu di beberapa sekolah tersebut.
Ia cukup prihatin bagaimana nantinya siswa kelas ujian menjawab perintah soal apalagi menggunakan sistem komputerisasi. Mestinya jika belum bisa membaca siswa yang bersangkutan tak layak naik kelas.
"Bagaimana bisa nanti menjawab perintah soal kalau tidak bisa membaca? Setelah saya telusuri ada kekeliruan dalam metode pendekatan belajar sejak saat duduk di kelas satu," katanya.
Mestinya kata dia, ini sangat teknis karena soal penempatan manajemen guru di sekolah tersebut. Ia berharap mestinya untuk di kelas satu ditempatkan guru yang cukup berpengalaman spesial menangani. Karena setiap siswa berbeda karakter. Berbeda pendekatan metode belajarnya. Olehnya itu mesti dibutuhkan metode yang tepat untuk memperlakukan belajar mengajar siswa.
"Ini sudah sangat teknis sekali, karena ada kesalahan manajemen penempatan guru. Harusnya guru yang sudah cukup lama berpengalaman menangani kelas satu, bukan ditugaskan guru baru. Kemudian mestinya kalau belum bisa membaca jangan dulu bisa naik kelas," ujarnya dengan nada prihatin.
Kedepan hal ini yang akan menjadi evaluasi kerja keras pihaknya dan berharap seluruh stakeholder khusunya di sekolah tersebut untuk menjadi perhatian bersama. "Saya sudah lakukan evaluasi dan pemantauan serta pembinaan," katanya.
Menurutnya, sebab kedepan sistem pendidikan nasional akan sedikit banyak bergeser dari sebelumnya. Olehnya itu hal ini mesti disiapkan sejak dini.
Ia juga berjanji kedepan akan melakukan evaluasi pemerataan guru di Busel sehingga kualitas belajar mengajar di sekolah semakin menujukan perubahan kearah yang lebih baik.
La Makiki berharap persoalan pendidikan tak cukup hanya dinas pendidikan dan guru namun seluruh insan pendidik di Busel dan sangat membutuhkan kerjasama stakholder melakukan perubahan dan peningkatan kualitas pengembangan SDM secara bersama di Busel. Sehingga kualitas SDM semakin berdaya saing. Ia berharap agar peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian serius bersama. (aga)