Berita Terkini
Buton

Enam Wilayah di Buton Jadi Desa Open Defecation Free

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 25 Desember 2019 22:31 WIB · 2 menit baca
Enam Wilayah di Buton Jadi Desa Open Defecation Free
Ilustrasi toilet

PUBLIKSATU, BUTON-Pemerintah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi kepada enam desa bebas buang air besar sembarangan (BABS) atau Desa Open Defecation Free (ODF) diwilayahnya. Ke enam desa itu yakni Desa Kakenauwe, Wasuemba, Labuandiri, Sumber Agung, Siontapina dan Desa Bonelalo.

Bentuk apresiasi itu berupa sertifikat yang diserahkan pada upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Buton yang dipusatkan di Lapangan Sepak bola desa Kondowa, Kamis (19/12/2019) lalu.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, H Djufri.D menjelaskan keenam desa itu telah memenuhi standar layak sehingga mendapatkan penghargaan dibanding desa maupun kelurahan lainnya.

"Yang lainnya itu. Sisa dari ini suda juga, tapi seperti yang enam ini. Artinya suda layak tapi belum seratus persen," ujar dia saat ditemui publiksatu.co diruang kerjanya, gedung B, Lantai I, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton beberapa waktu lalu.

Lanjut, Djufri optimis kedepannya jumlah desa bebas buang besar akan lebih meningkat lagi. Sehingga diharapkan aktifitas buang air besar dapat mendekati standar kesehatan nasional.

"Kita upayakan masyarakat kita itu melakukan kegiatan-kegiatan buang air besar itu suda maksimal mereka suda akan mendekati memenuhi standar kesehatan. Tidak sembarang lagi tempat. Tidak lagi buang air dikali," ujarnya.

Tidak hanya itu, Ia menjelaskan pada prinsipnya di zaman saat ini masih ada sebagian kecil masyarakat melakukan buang air besar secara sembarangan. Ini terjadi di lingkungan keluarga yang belum memiliki jamban.

Meskipun begitu, ia mengaku terkait persentase bebas buang air besar di Kabupaten Buton telah melebih target kesehatan nasional. Idealnya, kata dia saat ini pihanya telah mengarah untuk memenuhi persyaratan standar kesehatan.

"Tapi idealnya kita sudah mengarah untuk standar memenuhi persyaratan kesehatan," ujarnya. (Cro2)