Berita Terkini
Lifestyle

Delapan Penyebab Kenapa Anda Selalu Merasa Lelah

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Rabu, 8 Januari 2020 23:42 WIB · 2 menit baca
Delapan Penyebab Kenapa Anda Selalu Merasa Lelah

PUBLIKSATU.CO - Lelah setelah 8,5 jam bekerja di kantor memang wajar. Namun kalau yang terjadi Anda selalu merasa lelah atau kelelahan padahal sudah tidur cukup, itu patut dicurigai. Pasalnya, ada penyebab yang serius yang harus segera mendapatkan penanganan.

Berikut ini adalah beberapa penyebab kenapa Anda sering atau selalu merasa lelah.

1. Anemia

Anemia atau kurang darah adalah salah satu kondisi yang paling sering dihubungkan dengan rasa lelah yang berlebihan. Biasanya, kelelahan juga disertai dengan gejala lainnya seperti sulit konsentrasi akibat kurangnya suplai oksigen ke otak, sering mengantuk, dan selalu terlihat pucat.

“Penderita anemia umumnya merasa cepat lelah dan ‘berat’ saat ingin menggerakkan anggota tubuh. Kondisi ini paling rentan terjadi pada wanita yang mengalami perdarahan haid berlebihan (menoragia), memiliki mioma rahim, polip rahim, atau wanita hamil,” jelas dr. Fiona Amalia, MPH, dari KlikDokter.

Meski demikian, anemia juga bisa dialami oleh pria maupun wanita, misalnya usai memasuki menopause akibat masalah pada lambung dan usus, atau akibat mengonsumsi obat antinyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

2. Diabetes

“Lemas dan sering merasa lelah merupakan keluhan yang juga sering dilontarkan oleh para penderita diabetes. Biasanya, kondisi ini akan muncul dengan gejala lainnya, terutama sering berkemih pada malam hari dan sering merasa kesemutan,” kata dr. Karin Wiradarma, M.Gizi, dari KlikDokter turut menambahkan saat diwawancara.

Meski demikian, diagnosis penyakit diabetes sendiri sebenarnya tidak bisa dinyatakan melalui keluhan-keluhan itu saja. Butuh pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan gula darah.

3. Aritmia

Aritmia adalah istilah umum untuk kondisi gangguan irama jantung. Dalam keadaan normal, jantung akan berdenyut secara teratur, dengan jumlah denyut sebanyak 60-80 kali tiap menitnya.

Pada kondisi aritmia, jantung berdenyut tidak teratur, denyutnya lebih cepat, atau berdenyut lebih lambat dari kondisi normal.

“Selain denyut jantung yang tidak normal, sering merasa lelah dan lemas adalah keluhan penderita aritmia. Ini merupakan kondisi serius, karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami stroke berulang atau henti jantung mendadak. Periksakan diri ke dokter jika Anda sering merasa berdebar kencang atau sulit bernapas karena denyut jantung melemah,” jelas dr. Karin.

Selain aritmia, penderita gagal jantung juga sering mengeluhkan rasa lelah dan sesak napas. Lelah dilapokan menjadi keluhan utama pada 20 persen kasus gagal jantung baru. Selain itu, 71 persen penderita penyakit koroner mengeluhkan gejala lelah pada tahap awal.