Gubernur Dukung Pembangunan Bandara di Kolut

PUBLIKSATU, KOLAKA UTARA - Gubernur Sultra, Ali Mazi memberikan dukungan penuh atas pembangunan Bandara di Kolaka Utara (Kolut). Dimana Bupati Kolut, Nur Rahman Umar tengah mempunyai program jangka pendek dan menengah. Diantaranya fokus perencanaan pembangunan Bandara dengan pembebasan lahan tahap pertama sebesar 14,5 miliar dan tanah seluas 30 Ha, Selasa (7/1) kemarin.
Usai menghadiri HUT Kolut di lapangan Aspirasi Kolut. Gubernur Sultra, Ali Mazi mengunjungi areal pembangunan Bandara di Kolut. "Saya atas nama Gubernur Sultra dan masyarakat Sultra pada prinsipnya sangat mendukung untuk segera dilaksanakan pembangunan Bandara di Kabupaten Kolaka Utara. Dimana pembangunan Bandara ini, sebagai pendukung percepatan program dan kegiatan otonomi daerah di Kabupaten Kolaka Utara seperti sektor pariwisata, pertambangan dan energi," jelasnya.
Ali Mazi mengaku tanpa sarana prasarana bandar udara permanen, sudah pasti daerah tersebut perkembangannya sangat lamban dan kurang berdaya saing. "Karena itu diperlukan bandara sebagai sarana transportasi demi tumbuh dan berkembangnya daya saing menuju daerah yang mapan serta sejaterah," pungkasnya.
Sementara Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar mengatakan, saat ini pihaknya sedang menganggarkan untuk pembebasan lahan bandara tahap pertama sebesar 14,5 miliar, dengan luas lokasi 30 Ha.
"Adapun kontur lokasi bandara berada pada posisi pesisir pantai yang terletak di Desa Lametuna dan kalu-kaluku Kecamatan Kodeoha, hampir sama kontur di Bandara Ngurahrai Denpasar Bali dan Balikpapan," paparnya.
Nur Rahman Umar menambahkan, karena sejarah tidak bisa dilupakan, tujuannya agar masyarakat tidak dijadikan pelupa akan sejarah dan menciptakan karakter masyarakat Kabupaten Kolaka Utara yang bermartabat dan agamis.
"Karena perjalanan dari Kota Kendari menuju Kabupaten Kolaka Utara merupakan perjalanan yang cukup melelahkan hingga mencapai kurang lebih delapan jam, sehingga Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berinisiatif untuk membangun Bandara di Kolaka Utara demi percepatan akses perjalanan," tutupnya. (m1)