Berita Terkini
Buton

DPRD Buton Kawal Program Palaniasi La Bakry

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 11 Januari 2020 17:22 WIB · 2 menit baca
DPRD Buton Kawal Program Palaniasi La Bakry

PUBLIKSATU, BUTON-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton, Hariasi Salad sangat mendukung program Palanisasi yang di canangkan Bupati La Bakry.

Menurutnya, langkah tersebut murupakan program yang langsung bersentuhan dengan kalangan masyatakat, terutama para petani.

“Tentu program ini sangat bersentuhan dengan masyarakat. Kewenangan DPRD adalah tentang Budgeting. Secara otomatis kami akan membackup semua program pemerintah daerah yang memang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujar dia.

Lanjut, Hariasi menjelaskan sebagai wujud dari pengawasan Palanisasi program La Bakry itu, pihaknya turut mendampingi Bupati saat kunjungan kerja di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Hal itu, untuk memastikan seperti apa pengembangan dan kualitas Pala Banda yang telah lama mendunia itu.

“Sehingga program ini tidak salah-salah dalam pengembangan Pala terutama dalam pembibitan dan penanaman nantinya," ujarnya.

"Inilah tugas kami selaku DPRD untuk selalu mengawal kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buton," imbuhnya.

Sementara itu, menurut La Bakry program Palanisasi jauh lebih menjanjinkan dibanding tanaman lain. Sebab, sejatinya pala tetap produktif sepanjang tahun.

Jika dibanding dengan tanaman lain, Jambu mete misalnya, Kata dia, tanaman ini hanya berbuah setahun sekali demikian juga dengan tanaman Palawija. Selain taman pala, ada juga komoditas kelapa.

“Selama ini masyarakat yang sudah menanam Pala dan menikmati harga jual Rp 80 ribu perkilogram. Saya berharap di tahun 2045 sudah sebagian masyarakat terutama para petani yang punya lahan yang cocok ditanam ditanam Pala dan kelapa. Masyarakat dapat kan penghasilan seperti yang dinginkan pemerintah pusat," ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut La Bakry dengan tanam pala, kepastian kesejehtaraan petani Buton 25 tahun yang akan datang sangat menjanjikan.

Sebab, meskipun saat ini ia tengah memperjuang mengembangkan Aspal Buton. Namun, La Bakry yakin nantinya masyarakat kabupaten Buton tidak semua menjadi tenaga kerja dalam pengembangan aspal itu. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Kabupaten Buton memiliki profesi sebagai petani.

"Menurut saya untuk memberi kepastian 25 tahun yang akan datang, tanaman Pala adalah yang paling menjanjikan. Tentu saja kita juga akan mengembangkan sektor pertambangan dan sektor lainnya. Namun, tidak semua orang bekerja di sektor pertambangan, sebab sebagian masyarakat kita adalah petani,” ujarnya. (Cro2)