Dewan Masih Keluar Daerah, Pembentukan Pansus Wabup Busel Belum Jelas

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Para legislator DPRD Buton Selatan (Busel) saat ini masih keluar daerah. Akibatnya mewacanakan pembentukan panitia khusus (Pansus) pemilihan Wakil Bupati Busel sisa masa jabatan 2017-2022 belum bisa dijadwal.
Ketua DPRD Busel La Ode Armada mengakui tentang hal itu. Armada sendiri mengakui saat ini masih berada di luar daerah mengikuti kegiatan internal partainya. Sedangkan sebagian juga anggota masih berada di luar daerah.
"Saya lagi di Jakarta mengikuti kegiatan Rakernas PDIP," tulis Sekretaris PDIP Busel ini kepada media ini akhir pekan lalu.
Dikatakannya, pascakegiatannya tersebut baru akan diagendakan penjadwalan materi agenda DPRD Busel. Salah satunya termasuk pembahasan agenda pemilihan Wabub Busel. "Belum, nanti balik dari Jakarta baru diagendakan (Pemilihan Wabup)," tambahnya lagi.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Busel, Pomili Womal mengaku harus ada langkah percepatan membentuk Pansus pengisian jabatan wakil bupati. “Kemungkinan kita akan dorong paling lambat tanggal 20 Januari ini,” ungkapnya.
Pomili menyebutkan adik Agus Feisal Hidayat, Aris Marwan Saputra yang menjadi diskusi disebut-sebut layak jadi pasangan Bupati Busel H La Ode Arusani. Nama Wawan sapaan Aris Marwan Saputra salah satu kandidat kuat mendampingi La Ode Arusani. Wawan juga merupakan mantan anggota DPRD Baubau yang juga Ketua Demokrat Baubau.
Sementara itu, Bupati Buton Selatan H La Ode Arusani enggan berkomentar terlalu jauh soal kriteria figur calon Wakil Bupati Busel sisa masa jabatan 2017-2022. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Politik yang mengusung pada Pilkada 2017 lalu.
Mekanisme pemilihan Wabub Busel ini akan dimulai sejak 15 hari Pasca pelantikan Bupati melalui dinamika politik di DPRD sesuai rekomendasi masing-masing Parpol pengusung. Ada empat Parpol yang mengusung pasangan Agus Feisal Hidayat berpasangan H La Ode Arusani pada Pilkada 2017 lalu. Yakni Demokrat dua kursi, Golkar satu kursi, PDIP satu kursi dan PKS dua kursi.
Pada Pileg 2019 lalu empat partai itu berubah drastis perolehan kursinya. PDIP lima kursi, Demokrat dua kursi, PKS dua kursi, Golkar dua kursi.
Menyikapi hal itu, La Ode Arusani mengaku soal pengusulan urusan figur calon Wakil Bupati menyerahkannya sepenuhnya kepada partai pengusung. Kewenangan pengusulan Wabub dari partai politik sesuai ketentuan. “Masalah wakil, saya serahkan kepada partai pengusung karena yang mengusulkan dari mereka (partai pengusung-red),” katanya di temui awak media usia dilantik.
Kata dia, meskipun belum ada Wabub pihaknya juga sudah cukup maksimal bekerja mewujudkan visi dan misi. Apalagi jika ada Wabub ia klaim akan lebih baik lagi pembangunan Busel kedepan.
"Sendiri saja sudah saya maksimal bekerja apalagi kalau ada wakil, saya kira akan lebih bagus lagi," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Wakil Bupati dengan visi misi yang sama melanjutkan sisa masa jabatan 2017-2022 untuk membangun Busel tentunya harus mendapat dukungan penuh.
"Ada wakil juga lebih bagus, tidak ada Wakil juga agenda pembangunan pemerintahan saya jalankan tetap maksimal juga sendiri. Saya kira ada atau tidak adanya wakil saya tetap bekerja lebih maksimal lagi, " tambahnya.
Munculnya sejumlah nama figur sekali lagi, Arusani menyerahkan sepenuhnya kepada partai pengusung. Pasalnya, dari empat partai yakni Golkar, Demokrat, PDIP dan PKS semua menjagokan figurnya. Yang nantinya proses pemilihan ditentukan anggota DPRD.
"Saya kira tiap Parpol ada yang akan diusung. Sejauh ini dari empat Parpol belum ada komunikasi soal Wabub kepada saya, " ujarnya.
Menurutnya, siapapun dia yang diusulkan oleh partai pengusung di Busel baik itu dari warga di luar Busel atau dari dalam. Tentunya ketika sudah diusung maka dia putra daerah terbaik. Kalau dia berpotensi memiliki semangat bersama-sama dan memiliki komitmen yang sama membangun daerah itulah didukung.
Untuk diketahui sejumlah nama figur Wakil Bupati Buton Selatan yang santer dibicarakan saat ini, diantaranya Aris Marwan Saputra (Demokrat), La Hijira (Golkar) dan La Muhadi (PKS), PDIP Hasan Alif mantan anggota DPRD Busel. (aga)