Pemkab Busel Targetkan Destinasi Pariwisata Berbasis Kebudayaan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) di tahun 2020 menargetkan bakal mengeksplor seluruh potensi kebudayaan dan sejumlah titik potensi destinasi kepariwisataan.
Fokus kedepan potensi kekayaan kebudayaan Busel juga menjadi salah satu pilihan destinasi wisata unggulan yang berdampak luas bagi masyarakat untuk kawasan Indonesia Timur.
Sejumlah event budaya lokal sebagai promosi daerah atas keberagaman kebudayaan mulai dieksplor, misalnya di kecamatan Lapandewa menggelar Pesta adat Ma’acia Burangasi, Kecamatan Siompu pesta adat Metau’a, dan Sampolawa ada karnaval budaya Riapa Wapulaka, dan event Buton Selatan Festival serta masih banyak lainnya lagi yang belum diangkat ke permukaan menjadi sebuah event.
Bupati Busel, H La Ode Arusani mengatakan kegiatan kebudayaan di tujuh kecamatan belum seluruhnya tereksplor, masih banyak kegiatan adat istiadat, tradisi lokal yang memiliki nilai-nilai luhur masa lalu belum tersentuh untuk dikelola dengan baik. Untuk itu ia meminta agar instansi teknis dan lainnya saling berkolaborasi sehingga diharapkan kekayaan kebudayaan yang menjadi potensi kepariwisataan dapat masuk kalender pariwisata.
Pemerintah kabupaten Buton Selatan akan terus mengeksplor kegiatan kebudayaan yang juga menjadi destinasi pariwisata di menuju kelas dunia.
“Ke depan pengembangan potensi kebudayaan Busel akan ditargetkan menjadi destinasi pariwisata unggulan, saya berharap kebudayaan kita masuk kelender pariwisata. Ini yang kita genjot 2020 sehingga bisa menjadi destinasi wisata internasional,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, optimalisasi sumber daya lokal menjadi salah satu penjabaran visi pemkab Busel lima tahunan, yakni dalam pembangunan Kabupaten Buton Selatan difokuskan pada upaya mengoptimalkan segala bentuk sumberdaya lokal yang meliputi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya budaya, sumberdaya buatan/teknologi, dan sumber-sumber penerimaan daerah untuk sampai pada peletakan dasar yang kokoh.
Ia menjelaskan, mengoptimalkan segala bentuk sumber daya lokal disisi sumber daya budaya, program Pemkab akan segera menginventarisir seluruh kegiatan ritual adat maupun kegiatan yang bernuansa kebudayaan seluruh desa dan kecamatan. Baik yang digelar setiap tahun dengan berbagai ritual adat maupun kegiatan tradisi masyarakat setempat.
“Saya berharap potensi kebudayaan kita dapat terdata dengan baik, kita tahu nilai-nilai prosesi adat budaya sangat beragam serta unik, jauh berbeda dengan daerah lain. Hal ini yang akan dieksplor sehingga menjadi destinasi wisata budaya,” harapnya.
Tidak dipungkiri, sejauh ini kegiatan budaya Buton Selatan sebagian masih vakum, karena belum mendapat perhatian serius pemerintah.
Kata Arusani, jika sektor kebudayaan mendapat perhatian serius dari pemerintah, ia yakin kebudayaan akan menjadi kekayaan tersendiri bagi Busel dan menjadi nilai tambah dalam laju pembangunan daerah. Ia berharap, target wisata budaya dapat dituangkan menjadi kalender pariwisata Busel untuk event internasional.
“Kita harap kegiatan ritual kebudayaan, pesta adat yang menjadi potensi pariwisata budaya kita masuk kalender pariwisata,” tegasnya.
Lanjutnya, seluruh infrastruktur sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan ritual adat, pemerintah daerah akan anggarkan dan direalisasikan, namun tetap akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. (nus)