Dikbud Sultra Gencar Evaluasi Tingkat SMA/SMK Untuk Pembenahan
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Untuk melakukan pembenahan dalam pelaksanaan dan pengorganisasian, sebagai fungsi manajemen kelembagaan. Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayan Sultra selalu melakukan terobosan khususnya di bidang perencanaan dan pengorganisasian. Serta evaluasi terus dilaksanakan dalam menertibkan kinerja dan program kerja. Khususnya pada tingkat pendidikan menengah serta Pendidikan Luar Biasa (PLB) di seluruh Sultra, Jumat (17/1).
Ketika dihubungi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio Mhum, PhD mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra saat ini terus melakukan pembenahan dengan cepat.
"Dimana Dikbud Sultra, mempunyai fungsi manajemen kelembagaan dinas sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sultra, yang menjalankan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Ali Mazi dan Lukman Abunawas. Fungsi kerjanya sebagai Perencanaan, Pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi terus digerakkan dalam menyentuh seluruh stakeholders Pendidikan Menengah dan Pendidikan Luar Biasa (PLB) di seluruh wilayah Sultra," imbuhnya.
Sambung Asrun Lio, sebelumnya, setelah melakukan monitoring dan evaluasi di empat Kabupaten, yaitu Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe. Pihaknya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi di Kabupaten Buton Utara mulai tanggal 13 sampai 15 Januari 2020 dan didampingi sejumlah pejabat Eselon III dan IV, Kepala Kantor Cabang Dinas Dikbud Sultra Buton Utara serta Manajer dana BOS.
"Kunjungan dan monitoring serta evaluasi seperti ini, tanpa informasi yang sifatnya dadakan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra dapat melihat langsung penyelenggaraan sekolah secara dekat dan tanpa rekayasa. Sebelum dilaksanakan rapat koordinasi diikuti para kepala sekolah SMA/SMK/SLB, kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, terlebih dahulu melakukan inspeksi secara mendadak pada beberapa sekolah," jelasnya.
Kata Asrun Lio, inpeksi mendadak bertujuan untuk melihat langsung proses pembelajaran, pelaksanaan anggaran yang selama ini dialokasikan baik dana BOS maupun dana DAK. Serta perangkat administratif yang terkait dengan proses manajerial sekolah oleh kepala sekolah dan administrasi pembelajaran guru.
"Poin penting yang menjadi pokok arahan saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra. Saat sesi dialog dengan para kepala sekolah SMA/SMK dan SLB se-Buton Utara adalah infrastruktur tertentu yang tidak dianggarkan melalui DAK, akan ditaktisi melalui diskusi dengan pihak DPRD Provinsi Sultra. Sehingga penganggarannya melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Sultra pada Daerah Pemilihan (Dapil) dimana sekolah tersebut berada. Selanjutnya, dalam menjalankan tugasnya para kepala sekolah harus ikhlas dan sabar, serta mengedepankan asas tut wuri handayani sebagai payung besar penyelenggaraan pendidikan di Indonesia," tutupnya. (m1)