Berita Terkini
Sultra

Dugaan Pungli di Pelabuhan Amolengo, Dishub Sultra Akan Panggil Bos Pelabuhan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 21 Januari 2020 13:48 WIB · 2 menit baca
Dugaan Pungli di Pelabuhan Amolengo, Dishub Sultra Akan Panggil Bos Pelabuhan
Hado Hasina

PUBLIKSATU, KENDARI - Adanya kabar mengenai terjadi indikasi pungutan liar (Pungli) di Pelabuhan Penyeberang Amolengo, Kadis Perhubungan Sultra, Dr Hado Hasinah akan memanggil pihak penanggungjawab di pelabuhan. Mantan Pj Wali Kota Baubua itu memastikan pembanggilan akan dilakukan secepatnya.

Hado Hasina mengaku baru mendengar adanya dugaan Pungli di Penyeberangan Amolengo itu. "Saya tidak tahu menahu dengan adanya pungli tersebut dan baru dengar, namun dalam waktu dekat saya akan memanggil pihak penanggungjawab yang ada di pelabuhan penyeberangan Amolengo. Kalau memang terbukti terjadi Pungli, pejabat tersebut akan kita berhentikan," tegasnya.

Sambung, Hado Hasinah, siapapun dia akan ditindak tegas jika terbukti melakukan pekerjaan Pungli. Jika itu yang melakukan oknum petugas, pihaknya akan melaporkan kepada atasannya agar dilakukan teguran ataupun tindakan tegas agar oknum tersebut tidak melakukan kegiatan Pungli di kawasan Pelabuhan Amolengo.

"Yang jelas mengenai kegiatan pungli ini, kita tidak akan toleransi. Kalaupun kalau orang pelabuhan yang lakukan Pungli tersebut kita akan tindak tegas dan sanksi yang paling berat pada pemberhentian," pungkasnya.

Sekedar diketahui, pelabuhan penyeberangan Amolengo di Kabupaten Konawe Selatan diresmikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tahun 2016 yang silam.

Penyeberangan Amolengo–Labuan merupakan lintas penyeberangan perintis yang menghubungkan Pulau Sulawesi di Kabupaten Konawe Selatan dan Pulau Buton di Kabupaten Buton Utara. Dengan jarak lintasan sekitar 8 mil dan waktu tempuh selama 30 menit.

Pelabuhan Amolengo dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama empat tahun anggaran, yaitu 2012 sampai 2015. Dengan total biaya pembangunan sebesar Rp 55 miliar lebih. Sedangkan Pelabuhan Penyeberangan Labuan dibangun dengan biaya APBN selama enam tahun anggaran yaitu 2010 sampai 2015 dengan total biaya pembangunan sebesar Rp 39 miliar lebih.

Pengoperasian pelabuhan penyeberangan Amolengo dan Labuan merupakan perwujudan dari fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat. (m1)