2020, Hanya Dua Desa Busel Diusulkan Program Pamsimas
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Tahun 2020 ini program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamismas) III tahun 2020 ini diusulkan hanya dua desa yang keciprat program tersebut di Buton Selatan. Jumlah ini semakin berkurang dari jumlah sebelumnya.
Program Pamismas salah satu program nasional yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia. Program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.
"Untuk tahun 2020 ini diusulkan hanya dua desa Biwinapada di Kecamatan Siompu dan Mbanua di Siompu Barat. Jumlahnya sedikit karena program air bersih di Busel sudah diintervensi PDAM," kata Koordinator Pamsimas Kabupaten Busel, Muhammad Watasir kepada media ini beberapa waktu lalu.
Sebelumnya Empat desa di Kabupaten Buton Selatan (Busel) keciprat bantuan program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamismas) III tahun 2019 lalu sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Serah terima fasilitas air bersih itu diserahkan dari PPK ke Pemerintah Desa setempat.
Ia mengatakan, Pamsimas di Busel yang sudah penyerahan dan difungsikan tahun 2019 ini ada empat desa yang ada di wilayah daratan.
Di tahun 2019 lalu, jelas Watasir, Pamsimas yang pendanaanya bersumber dari APBN masing-masing desa itu mendapatkan Rp 245 juta.
Lima desa tersebut, yakni Desa Lawela, Lawela Selatan, Lampainairi Kecamatan Batauga. Sedangkan di Kecamatan Sampolawa ada di Desa Bangun dan Wawoangi. Namun untuk Desa Wawoangi ini pendanaanya dari APBD.
Kata Watasir, dengan selesainya program pelaksanaan Pamsimas III yang bersumber dari APBN. Karena itu Distrik Koordinator Program Pamsimas Roms Kabupaten Buton Selatan bahwa pelaksanaan monitoring penyelesaian kegiatan 100 persen, uji fungsi, dan serah terima kegiatan sudah dapat dilaksanakan.
"Serah terima dari PPK ke Kades sudah ada dua desa yang diserahkan, Bangun Kecamatan Sampolawa dengan Lampanairi, Kecamatan Batauga, menyusul di Lawela dan Lawela Selatan, " katanya.
Empat desa, yakni Lawela, Lawela Selatan, Lampanairi Kecamatan Batauga dan Desa Bangun Kecamatan Sampolawa. Masing masing desa Rp 245 juta BLM.
Lanjut dia, Skema program ini 70 persen APBN, 10 persen dana sharing APBDesnya. 20 persenya incam dan imcas. 16 incam dalam bentuk tenaga yang diuangkan gotong royong, 4 persen incas uang tunai dari dana masyarakat atau sumbangan.
Sementara itu untuk tahun 2018 ada 12 desa. Sudah ada beberapa desa yang sudah difungsikan.
Lebih jauh Watasir menjelaskan, yang mendapatkan program Pamsimas di Busel tahun 2018 dari sumber pendanaanya APBN Rp 2 miliar lebih, yakni Batuawu, Ngulanggula, Wakinamboro (Kecamatan Siompu), Bola (Batauga), dan Watiginanda (Sampolawa).
Sedangkan dua desa program Pamsimas dari APBD 2018, yakni Desa Waonu Kadatua dan Bola Batauga masing-masing dapat Rp 245 juta.
Program Pamsimas ini program air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat. Tujuanya untuk pengadaan air bersih di perdesaaan untuk mencapai akses kebutuhan universal dari nol seratus, nol seratus.
Sementara untuk tahun 2020 ini diusulkan hanya dua desa Biwinapada di Kecamatan Siompu dan Mbanua di Siompu Barat. Jumlahnya sedikit karena program air bersih di Busel sudah diintervensi PDAM.(nus)