Mubar Baru Miliki Satu SPBU
Bagikan

PUBLIKSATU, MUBAR - Harapan masyarakat Kabupaten Muna Barat (Mubar) untuk memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), baru terwujud. Sejak masih dalam wilayah Muna hingga memisahkan diri lima tahun lalu, baru tahun 2020 ini terbentuk.
Bupati Mubar, LM. Rajiun Tumada meresmihkan pengoperasian SPBU tersebut, Senin (27/1). Peresmian pompa minyak solar dan premium itu ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Turut hadir dari pihak Pertamina, Polres Muna, Kodim 1416 Muna, serta para pejabat daerah.
Dalam kesempatan itu Komisaris Utama SPBU Bahari Mubar, H. Muh. Neng, merasa bersyukur atas kemudahan yang diberikan oleh Pemkab Mubar dalam pelayanan, perencanaan pembangunan, pendirian bangunan fisik, sampai ijin pengoperasian SPBU ini.
"Setelah peresmian, langsung dioperasikan. SPBU ini menyiapkan enam nosel untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat umum terkhusus kepada masyarakat Mubar," ungkapnya.
Sebagai pemilik usaha, Muh. Neng berkomitmen untuk terus bersama-sama dengan pemerintah kabupaten untuk menciptakan iklim usaha yang sehat agar perekonomian di Mubar lebih bergairah lagi. "SPBU Bahari ini adalah usaha pribadi. Tetapi pada hakekatnya milik masyarakat. Karena kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Sementara itu dari Pertamina SBM VII Sultra Arif Rahman Hakim mengatakan, hadirnya SPBU Bahari dapat memaksimalkan pelayanan dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. "Di Mubar ini pencapaian atau realisasi premiun tahun 2019, 835 kiloliter. Tahun 2020 akan ditambah menjadi 1.253 kiloliter. Untuk pencapaian solar tahun 2019 mencapai 1.320 kiloliter. Tahun 2020 akab dipotong menjadi 1.261 kiloliter,"timpalnya.
Bupati Mubar LM. Rajiun Tumada, mengaku SPBU Bahari merupakan pompa minyak pertama di Mubar. Sebelumnya yang ada hanya sebatas Agen Premium Minyak Solar (APMS). "Kami Pemkab berbangga dan mengucapkan terima kasih kepada SPBU Bahari yang kemudian yang bisa melihat situasi dan kondisi perekonomian daerah," tuturnya.
Katanya, kebutuhan minyak di Mubar cukup besar. Sebab dari sisi kendaraan baik roda dua maupun roda empat sudah makin pesat. Ditambah lagi dengan alat-alat berat yang dipakai sebagai pekerjaan proyek cukup banyak.
"Kalau dulu pertama saya masuk, kendaraan roda dua masih bisa dihitung dengan jari. Sekarang perkembangan kendaraan sangat luar biasa. Tetapi kekurangan kendaraan saat itu bukan persoalan minyak tapi infrastruktur," katanya.(p5)