Tangani Genangan Air di Simpang Empat SMAN 2 Baubau, Pemkot Siapkan Rp 8 Miliar

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini telah memiliki solusi dalam menangani genangan air yang sering terjadi di simpang empat SMAN 2 Baubau saat musim hujan.
Kepala Dinas PUPR Kota Baubau Andi Hamzah mengatakan, dalam mengatasi genangan tersebut pihaknya telah menyediakan beberapa sumur resapan di area tersebut. Akan tetapi jika hujan terlalu deras mengakibatkan sumur resapan tersebut tidak mampu menahan debit air yang terlalu tinggi hingga meluap dan terjadi genangan.
“Genangan air yang ada di simpangan SMAN 2 merupakan sesuatu yang kita perlu perbaiki ke depan, terutama terkait dengan sistem drainase. Karena memang di sana itu tidak ada tempat pembuangan terkahir, jadi kita hanya mengandalkan sumur resapan,” katanya saat ditemui media publiksatu.co, Senin (27/01/2020).
Andi Hamza menjelaskan, genangan yang terjadi di simpangan tersebut biasanya terjadi kurang lebih 1,5 jam akan berlangsung surut setelah hujan berhenti dan kini pihaknya tengah mencari solusi guna mengurangi genangan tersebut.
"Langkah kita adalah tetap memperhatikan sumur resapan itu agar tetap bagus karena setip hujan deras tentu akan bawah lumpur dan dapat menghambat resapan air ke tanah. Dan kami akan menyiapkan satu mobil tangki untuk menghisap agar mempercepat surutnya genangan untuk jangka pendeknya," ungkapnya.
Dalam solusi jangka panjang, Andi Hamza menjelaskan bahwa pihaknya akan membuat galian besar guna mengalirkan air dari simpangan tersebut ke taman Impian sekitaran kantor camat Betoambari sebab disana memiliki lubang besar yang cukup menampung air.
"Kita akan membuat perencanaan supaya air genangan di sekitar SMA 2 itu kita alihkan ke taman impian dan di sana ada gubangan besar dan memang butuh anggaran besar untuk itu," terangnya.
Terkait dengan perencanaan tersebut, pihaknya sudah membuat kajian dan desainnya. Dan sekiranya menelan anggaran sekitar Rp 8 miliar.
“Sudah ada Amdalnya, kajian yang kita buat di taman impian itu airnya menyerap sampai ke laut. Kita sudah kalkulasi sekitar Rp 8 miliar karena jalan kita harus rekayasa sedemikian rupa, agar tidak ada lagi genangan. Walaupun ada genangan tidak sampai berjam-jam,” tutupnya. (Po1)