Tahun Ini, Dua Kecamatan di Mubar Bakal Diguyur Bantuan
Bagikan

PUBLIKSATU, MUBAR - Kinerja Dinas Sosial (Dinsos) Muna Barat (Mubar) patut diajungi jempol. Lihai "menjolo" duit dipemerintah pusat. Teranyar tahun 2020 ini sukses mendatangkan uang dari pusat sekitar Rp. 2,7 miliar lebih. Dana itu nanti akan diturunkan khusus didua kecamatan yakni Kecamatan Maginti dan Tiworo Selatan.
Demikian dikatakan Kepala Dinsos Mubar La Ode Takari, bahwa anggaran sebesar Rp. 2,7 miliar tersebut merupakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang dilobi tahun 2019 lalu. Peruntukannya ada tiga bentuk kegiatan yakni Rumah Tidak Layak Huni (RLTH), kube dan sarana lingkungan.
"Jadi anggaran senilai Rp. 2,7 miliar itu akan turun didua kecamatan saja yaitu kecamatan Maginti dan Tiworo Selatan. Masing-masing diberikan sesuai kebutuhan masyarakat. Data calon penerima bantuan sudah diinput. Tinggal menunggu realisasi nanti," ungkap dia, akhir pekan lalu di ruang kerjanya.
Di Kecamatan Maginti lanjut mantan Camat Sawerigadi itu diplot dua desa yang akan disentuh dengan bantuan meliputi Desa Abadi Jaya dan Pajala. Kecamatan Tiworo Selatan yang dapat Desa Katangan dan Desa Kasimpa Jaya. Desa-desa tersebut memang yang diusul untuk mendapatkan bantuan.
"Tiap desa dapat bantuan bervariasi. Di Pajala dapat RTLH sebanyak 20 unit atau dua kelompok. Abadi Jaya 30 unit, Kasimpa Jaya 20 unit dan Katangan 30 unit. Khusu kube 60 kelompok yang akan disebar diempat desa dari dua kecamatan tersebut,"ujarnya.
Katanya, warga calon penerima bantuan tidak sembarang. Bantuannya dikhususkan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu dan terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT). Sekarang nama-nama calon penerima sudah masuk didata pemerintah pusat. Karena pihak Dinsos sudah melakukan pengimputan data.
"Belum dipastikan sekitar bulan berapa akan bergulir bantuannya. Hanya saja tahun 2020 sudah pasti ada. Pihak Dinsos sudah mengimput data keperluan bantuan RTLH, Kube, serta sarana lingkungan. Masih ada lagi jenis bantuan lain untuk tahun ini, dan sementara kita jajaki,"katanya.
Ia mengakui masih banyak masyarakat yang perlu dibantu. Hanya saja didua kecamatan itu belum pernah disentuh dengan bantuan selama ini. Bagi warga yang belum dapat bantuan akan dicarikan jalan untuk bisa diberi bantuan dari pemerintah. Syukur selama mekar, sudah banyak bantuan dari pusat yang digelontorkan di Mubar.
"Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan selama ini dapat meringankan beban masyarakat terutama bagi mereka yang kurang mampu. Tujuan kami adalah menghidupkan ekonomi masyarakat dengan mengentaskan kemiskinan,"terang, La Ode Takari.(p5)