Tahun Ini, Ambulance Laut Busel Terealisasi
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN – Empat kecamatan wilayah Kabupaten Buton Selatan berada di wilayah kepulauan. Untuk menuju ke ibu kota satu-satunya alat transportasi menggunakan kapal laut. Kondisi ini cukup memprihatinkan jika ada warga yang sakit harus menyewa alat transportasi.
Pengadaan ambulans laut untuk transportasi rujukan pasien menuju rumah sakit yang lebih layak. Permintaan ini disampaikan kepada para anggota DPRD Buton Selatan (Busel) ketika menggelar reses di Kecamatan Batuatas, beberapa tahun lalu
Wakil Ketua DPRD Busel, Aliadi mengatakan, berdasarkan hasil reses 2018 lalu, menjaring aspirasi masyarakat di Batuatas, ada beberapa aspirasi yang sangat urgen disuarakan warga kepulauan terpencil, seperti Batuatas.
Kata dia, memang ini tugas DPRD, setiap tutup masa sidang itu, harus dilaksanakan reses dan kajian antara daerah. Dari hasil reses yang dilakukan di Batuatas, banyak aspirasi warga yang diserap. Diantaranya, yang paling urgen adalah permintaan masyarakat Batuatas agar Pemkab menyiapkan ambulans laut.
Lanjut politisi Hanura ini, mengingat Batuatas merupakan daerah perairan yang jaraknya cukup jauh, sehingga dibutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai. Dengan demikian, ambulans laut menjadi kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat, di sektor kesehatan. Dan jika ada ambulans laut, warga yang sakit dapat dirujuk ke RS yang memiliki fasilitas yang layak seperti di Batauga, atau Kota Baubau.
Selain itu, aspirasi yang disuarakan yakni pembangunan pagar keliling untuk Puskesmas. Kemudian, insentif seluruh pegawai di Batuatas sebagai daerah tertinggal agar diratakan.. Sebelumnya, tahun 2017 lalu, baru sebagian yang menerima.
“Ini skala prioritas agar secepatnya diwujudkan,” kata Aliadi kepada media ini, ketika ditemui di kantornya, kemarin.
Aspirasi lain yang disuarakan adalah soal pembukaan ruas jalan baru untuk menghubungkan satu desa dengan desa lain. Yang belum tersambung itu yakni Batuatas Gu dan Batuatas Liwu. Dua desa ini belum tersambung akibat medannya yang cukup berat. Karena itu memerlukan alat berat untuk membuka akses jalan.
“Mudah-mudahan, pemerintah menjawab aspirasi ini untuk diturunkan alat membuka akses jalan di Batuatas,” harapnya.
Aliadi juga berharap, antara reses DPRD dan hasil Musrembang tidak bertabrakan sehingga dapat terserap dan diwujudkan pembangunannya berdasarkan skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat.
Dikatakanya, seluruh aspirasi yang sudah ditampungnya dicatat untuk dilaporkan ke instansi teknis agar ditindaklanjuti menjadi skala prioritas dan dimasukan dalam RKA instansi teknis. “Jika anggaran tidak cukup, kita berharap ini menjadi skala prioritas dapat diwujudkan secepatnya,” imbuhnya.
Diharapkan semua aspirasi masyarakat seluruhnya dapat direalisasikan. DPRD dan Pemkab Busel juga diharapkan berjalan bersama, tidak ada saling sekat, apalagi menghadapi tahun politik, berjalan seiring dan sejalan untuk menjawab ketimpangan-ketimpangan di lapangan.
Sebelumnya ambulans laut ini penuh menjadi wacana Dinkes Busel. Namun 2019 lalu batal direalisasikan.
Menurut Kadis Kesehatan Busel La Ode Budiman pengadaan transportasi ambulans laut itu sudah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Busel 2020 ini.
"Kita sudah anggarkan pengadaan ambulans laut tahun 2020 ini," katanya.
Menurutnya ambulans laut ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga di Kepulauan." Ini sangat mendesak ambulans laut ini, " ujarnya.
Ia menambahkan saat ini prosesnya tinggal proses dokumen teknis soal spesifikasi jenis ambulans yang dibutuhkan daerah.
"Kita inginkan kecepatannya Batuatas menuju Baubau bisa ditempuh dua jam. Sedangkan di Kepulauan Siompu, juara II Siompu Barat dan Kadatua kami harapkan 15 menit paling lambat. (aga)