Jumlah Pengunjung Ranu Grati Meningkat, Terkerek Wisata Selfie
Bagikan

PUBLIKSATU, Kendati merupakan wisata ikonik Kabupaten Pasuruan, Danau Ranu Grati selama ini memang masih minim dikunjungi wisatawan keluarga. Namun semenjak ada spot selfie dan dermaga apung, ada peningkatan kunjungan terutama saat akhir pekan dan pengunjung datang sampai malam hari.
Gunawan Wicaksono, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengatakan, setelah ada dermaga apung dan lampu spot selfie, pengelola membuka hingga malam hari. Ini dilakukan sejak November 2019 lalu.
“Spot selfie di dermaga apung itu cukup bagus terutama saat senja dan malam hari. Sehingga pengelola membuka buka sampai malam. Jika sebelumnya hanya sampai 17.00, saat ini dibuka hingga 21.00,” terangnya.
Sejauh ini memang ada peningkatan signifikan untuk wisatawan keluarga. Karena sebelumnya pengunjung Ranu Grati memang didominasi oleh penghobi mancing. Namun saat ini lebih bervariasi yaitu rombongan, keluarga dan anak muda.
Slamet Mardianto, Koordinator Danau Ranu Grati membenarkan memang ada peningkatan pengunjung signifikan terutama saat akhir pekan. “Hal ini terutama kita juga buka lebih malam,” terangnya.
Di hari biasa, rata-rata pengunjung memang masih di kisaran 20-25 orang. Namun saat akhir pekan bisa sampi 300an- pengunjung. Hal ini melonjak dari sebelumnya yang antara 100-200 orang per hari saat akhir pekan.
“Saat ini mulai seimbang dari wisatawan keluarga dan penghobi mancing. Dulu paling banyak pemancing dan sekarang lebih variasi,” terangnya.
Dengan adanya spot selfie dan dermaga apung ini memang diharapkan kunjungan bisa meningkat. Tahun 2019 lalu dari target Rp 30 juta bisa tercapai Rp 43,35 juta. Meningkat dari tahun 2018 yang realisasinya hanya Rp 30 juta. Untuk tiket masuk sendiri masih belum ada kenaikan hanya Rp 2500 per pengunjung. (radarbromo/jp)