Berita Terkini
Baubau

Kota Baubau 2020: SEJUTA WISATAWAN

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Jumat, 28 Februari 2020 02:46 WIB · 3 menit baca
Kota Baubau 2020: SEJUTA WISATAWAN
IVEN PARIWISATA: Salah satu cara untuk menghadirkan wisatawan ke Baubau

PUBLIKSATU, KOTA Baubau sangat beruntung. Kota Benteng Terluas di Dunia ini mempunyai banyak potensi budaya dan pariwisata menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung.

Ya, Baubau adalah eks Pusat Kesultanan Buton. Inilah kekuatannya yang tidak dimiliki daerah lainnya di Sultra.

Benteng Keraton Buton merupakan ikonnya. Benteng Keraton adalah brand pariwisata terkuatnya. Apalagi sudah mendapatkan pengakuan secara nasional, anugerah dari Museum Rekor Indonesia (Muri).

Bisa dikatakan Benteng Keraton adalah episentrum pariwisata Baubau. Diantaranya Masjid Agung Keraton, Kasuluna Tombi (tiang bendera), makam Sultan Murhum, Malige, dan makam Pahlawan Nasional Sultan Oputa Yi Koo.

Ditambah lagi destinasi lainnya, pantai, bukit, dan panorama alam lainnya. Tak bosan menikmatinya berlama-lama.

Memang banyak tujuan pariwisata yang bisa dijadikan lokasi cuci mata bagi wisatawan. Apalagi Dinas Pariwisata Kota Baubau terus memoles dan menciptakan destinasi pariwisata baru untuk memanjakan pelancong.

Diantaranya, Batu Sori, Hutan Pinus Samparona, Kampung Tenun Sulaa, Pantai Nirwana, dan masih banyak lagi. Semuanya mudah terjangkau. Tidak membutuhkan waktu lama. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati semuanya.

Batu Sori menjajakan keindahan pantai dan laut. Hutan Pinus Samparona menyediakan aneka parmainan yang menguji adrenalin, misalnya flying fox. Kampung Tenun menampilkan bagaimana para penenun kain Buton memproduksi usahanya. Pantai Nirwana tetap dengan pasir putih dan indah lautnya bak sepotong surga yang jatuh di Baubau.

Bagaimana akses transportasi untuk pelancong dari luar Baubau? Tinggal pilih, mau menggunakan moda transportasi laut dan udara semua tersedia.

Transportasi udara, Baubau kini sudah dilayani dua maskapai penerbangan, Wing Air, dan Trans Nusa. Sekitar Maret nanti, Garuda akan kembali mengudara.

Jalur laut pun mudah. Baubau memiliki fasilitas Pelabuhan Murhum yang mumpuni. Tercatat, dalam sebulan kapal Pelni yang bersandar di Baubau sekitar 30 kali. Suatu frekuensi yang tinggi. Ditambah lagi dengan kapal lainnya.

Semua hal tersebut menambah keyakinan Kadis Pariwisata Kota Baubau, Ali Arham yang mencanangkan tahun 2020 sebanyak sejuta wisatawan berkunjung di Kota Semerbak. Pelancongnya dari dalam negeri dan mancanegara.

Mendorong kehadiran turis asing, tahun ini diproyeksikan beberapa kali kapal pesiar bersandar di Baubau. Pihak Dinas Pariwisata sudah merancang semuanya.

Bila diasumsikan seorang wisatawan minimal menghabiskan uang Rp 500 ribu, artinya sejuta pelancong total mengucurkan dana sebanyak Rp 500 miliar. Artinya separuh dari total APBD Kota Baubau tahun ini.

Angka yang besar untuk mendorong sektor riil bergerak. Sentuhannya antara lain akan terasa pada pelaku usaha bidang transportasi, akomodasi, dan kuliner.

Keyakinan tersebut semakin membuncah dengan tumbuhnya berbagai sarana pendukung pariwisata lainnya yang dilakoni sektor swasta. Pariwisata Baubau memang tidak ada matinya. Terus tumbuh dan berkembang tak lekang oleh zaman.(***)