Berita Terkini
Busel

Pasar Bandar Batauga Sepi, Pendapatan Pedagang Minim

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 28 Februari 2020 20:49 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Pasar Bandar Batauga Sepi, Pendapatan Pedagang Minim
Suasana di pasar rakyat Bandar Batauga, Selasa (25/02/2020).

PUBLIKSATU, BATAUGA - Akitivitas pasar rakyat Bandar Batauga, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel) masih tergolong sepi. Hal ini berimbas pada pendapatan pedagang yang minim di pasar yang diresmikan pada 1 Februari 2019 itu.

Geliat ekonomi belum terlalu nampak karena pasar yang memiliki 61 lapak ini hanya dua kali seminggu atau empat hari sekali baru ramai, hari Senin dan Jumat saja.

Dinas terkait perlu memperhatikan hal tersebut karena keberadaan pasar sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi mengingat pasar yang menelan dana sekitar Rp 5 miliar dari APBN tahun 2016 itu letaknya berada di Ibu kota kabupaten.

Sepinya pasar juga disebabkan karena belum terbukanya akses transportasi. Untungnya tahun ini pemerintah sudah merencanakan akan membangun pelabuhan feri dan pelabuhan rakyat.

Pengojek laut atau ketinting yang sebelumnya berlabuh di depan kantor DPRD Busel akan dialihkan ke Bandar Batauga.

Penghasilan Pedagang Minim

Salah satu pedagang La Ode Safaruddin mengaku pendapatannya di hari pasar masih tergolong sedikit, ia hanya bisa meraup penjualan Rp 100.000 per hari. Namun jika bukan hari pasar, ia dan beberapa pedagang yang masih mengisi lapaknya harus gigit jari.

"Hanya hari pasar kadang Rp 100 ribu, kadang juda tidak laku. Kalau hari pasar sampai jam 10 pagi sudah tidak ada orang," keluh Safaruddin saat ditemui di pasar Bandar Batauga, Selasa (25/02/2020).

"Kalau hari pasar ramai yang menjual, tapi yang belanja kurang," sambung pedagang sembako itu.

Lebih lanjut Ia menyarankan kepada Pemkab Busel agar membangun terminal mobil penumpang di pasar Bandar Batauga. "Seharusnya ini dikasih ramai, kalau ada terminal mobil pasti enak juga kita menjual," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Buton Selatan, Hardin menginginkan pasar Bandar Batauga bisa buka tiap hari.

"Itu memang terjadi karena yang pertama bahwa pasar kita yang selama ini dua kali seminggu tetapi saya sudah menyampaikan kepada mereka, pasar karena ini ibukota kita lakukan tiap hari.

-

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Buton Selatan, Hardin

"Kami diberikan masukan oleh beberapa pelaku pasar mereka menghendaki pada hari Minggu Rabu dan Jumat. Nanti kami akan konfirmasikan kepada sekda dan Bupati," sambungnya.

Hambatan

Lebih lanjut mantan Camat Batauga itu mengungkapkan, hambatan yang kedua bahwa di penyeberangan Siompu dan Siompu Barat belum memiliki tempat yang layak untuk bersandar. Semoga hadirnya nanti pelabuhan di Bandar Batauga yang direncanakan tahun oleh Pemkab Busel, maka geliat ekonomi bisa membaik.

"Sampai saat ini akses Siompu itu masih di pasar lama. Sehingga geliat ekonomi yang ada di kepulauan belum terlalu nampak," cetusnya.

Di Batauga juga lebih dekat dengan Kota Baubau sehingga kebutuhan lain yang tidak ada di pasar Bandar Batauga, pembeli lebih memilih berbelanja di sana, seperti bahan bangunan atau material lainnya.

"Ke depan ini akan menjadi PR buat kami dan menggerakkan ini semua untuk kita lakukan lebih baik," ikrar Kadis yang belum lama dilantik itu.

Lebih lanjut ia menambahkan, keberadaan pasar untuk menggairahkan ekonomi bukan hanya tanggung jawab Disperindag.

"Mungkin dari dinas perhubungan supaya proses sarana prasarana yang direncanakan mudah-mudahan cepat terealisasi dalam hal itu pelabuhan rakyat, mungkin juga sudah ada penyeberangan feri nanti. Kemudian termasuk dengan akses dari Siompu dan Siompu Barat yang hari ini masih menunggu dan menurunkan penumpang di depan kantor urusan agama. Kalau itu kita tertibkan, pasar Bandar Batauga akan ramai," jelasnya. (sim)

Bagikan