Realisasikan Kunker, Dewan Minta Jalan Provinsi di Konsel Direkonstruksi
Bagikan

PUBLIKSATU, KONSEL - Anggota Komisi III DPRD Sultra turun memantau dan meninjau akses jalan provinsi yang menghubungkan Kota Kendari-Konawe Selatan-Bombana, Kamis (27/2). Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III, Swandi Andi
Setelah melihat kondisi jalan provinsi, Swandi Andi mengatakan, jalan tersebut tidak hanya memprihatinkan tapi sudah tidak layak pakai. Karena itu, pihaknya menyarankan untuk merekonstruksi ulang jalan tersebut.
"Sebetulnya aspirasi dari beberapa masyarakat sudah masuk ke dewan untuk memperhatikan akses jalan provinsi yang ada di Konsel yang menghubungkan Kota Kendari-Konsel-Kokala Timur-Bombana. Namun saat kita turun di lapangan, mulai dari jembatan bukan hanya membutuhkan pemeliharaan namun direkontruksi ulang dan akses jalan yang sangat memprihatinkan," jelasnya.
Sambung Swandi Andi, dari jembatan yang menghubungkan antara Kabupaten Konawe Selatan dan Kolaka Timur sudah tidak layak lagi digunakan. Juga akses jalan pengerasan dan belum diaspal yang sangat memperlambat aktifitas masyarakat dalam menjual hasil bumi maupun aktifitas lainnya.
"Sehingga ini harus menjadi perhatian pemerintah dalam hal ini Gubernur Sulawesi Tenggara H Ali Mazi. Apalagi sudah ada janji politik, dimana dalam kampanyenya Gubernur H Ali Mazi di Kecamatan Lalembo, Kabupaten Konawe Selatan pernah berjanji bilah terpilih akan memperbaiki akses jalan provinsi tersebut," ulasnya.
Apalagi sambungnya, saat ini RPJM sudah diputuskan dan APBD akan dibahas lagi dan mudah-mudahan di APBD Perubahan pada tahun 2021, bulan 8. Komisi III DPRD Provinsi Sultra akan pasang badan untuk akses jalan provinsi di Konawe Selatan akan menjadi prioritas pada saat perencanaan APBD Perubahan.
"Untuk kisaran anggaran perbaikan jembatan panjangnya kurang lebih 50 meter dan jika dikontruksi kembali kurang lebih Rp 20 miliar. Ditambah dengan panjang jalan sebesar 25 kilometer, berarti dibutuhkan dana sebesar Rp 30an miliar. Sehingga jika ditotalkan untuk keseluruhan perbaikan jembatan dan pengaspalan jalan sebesar kurang lebih Rp 50an miliar," bebernya.
Sehingga Swandi Andi meminta agar akses jembatan dan jalan ini segera dianggarkan dan dikerjakan, biar tidak berlarut-larut pelaksanaannya. Oleh itu, sepulang dari kunjungan kerja itu, pihaknya dari DPRD Provinsi Sultra berjanji akan secepatnya bertemu dengan pihak Pemprov dalam hal ini Asisten II dan III serta Dinas PU dan Bina Marga, dalam hal perbaikan akses jembatan serta jalan untuk memperlancar aktifitas masyarakat.
Di waktu yang berbeda Camat La Lembo, Kabupaten Konawe Selatan, A Ambar Hidaru mengatakan, pihaknya mewakili masyarakat kecamatan meminta proses pengaspalan dipercepat. Karena jembatan dan jalan ini merupakan akses utama masyarakat setempat dalam beraktifitas, baik itu perdagangan, pertanian dan berpergian dari Konsel ke Koltim ataupun dari Konsel ke Bombana.
"Jalan ini merupakan akses jalan utama, dimana dari beberapa waktu yang lalu dari gubernur sebelumnya dalam kampaye politiknya selalu menjanjikan perbaikan dan pengaspalan jalan. Juga sampai beberapa waktu lalu, gubernur saat ini dalam janji politiknya pernah menjanjikan perbaikan jalan ini," imbuhnya.
"Alhamdulillah sampai saat ini belum ada realisasi dan kondisi jalan masih seperti ini," sambungnya. Dimana, kondisi jalan masih sama dalam pengerasan dan jika turus hujan harus melewati jalan berlumpur serta jika musim kemarau sudah tentu berdebu.
"Sehingga, keinginan masyarakat pada tahun ini meminta realisasi jalan beraspal. Karena ini merupakan akses jalan penghubung jalan provinsi yang menghubungkan tiga kabupaten yakni, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Bombana. Oleh karena itu, saat itu seluruh masyarakat masih menunggu dan perbaikan jalan demi kelancaran seluruh aktifitas masyarakat diseluruh lini kehidupan," pungkasnya. (m1)