Aksi Unjuk Rasa di Polres Baubau Ricuh
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Ratusan massa dari Front pencari keadilan ricuh saat melakukan unjuk rasa di depan Polres Baubau kelurahan Wangkanapi pada jumat, (28/02/2020).
Aksi demonstran tersebut menuntut agar polisi segera mengungkap kasus meninggalnya salah seorang warga kanakea, Marko (21) yang terjadi pada minggu (16/02/2020) dini hari.
Sebelumnya kericuhan juga terjadi di jalan sultan Murhum Kota Baubau saat puluhan masa membakar ban dan memblokade jalan sultan murhum. Beruntung kerucihan ini tidak berlangsung lama.
Massa aksi tersebut menilai pihak kepolisian tidak serius dalam menangani kasus meninggalnya salah seorang warga kanakea tersebut.
Ibunda marko juga turut ikut serta dalam aksi tersebut. Ia meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap kasus yang menyebabkan meninggalnya anaknya tersebut.
"Keadilan dimana, saya butuh keadilan. Anak saya sudah berapa hari belum bisa di ungkap penyebabnya," Tegas ibunda marko
Sementara itu, koordinator lapangan (Korlap) David menilai ada diskriminasi dalam penanganan kasus yang menimpa warga kanakea tersebut.
“Saudara kami (Marko) yang ditemukan mininggal dunia belum juga dapat diungkap apa penyebabnya oleh pihak kepolisian. Sementara pembunuhan yang menimpa dua remaja (di Baubau) belum lama ini hanya butuh 1×24 jam polisi sudah menangkap pelaku. Ada apa? Kami merasa ada diskriminasi dalam penanganan kasus,” ujar David
Kasat Reskrim Polres Baubau, AKP Ronald Arron Maramis menyebut kesaksian itu tidak kuat. Hasil pemeriksaan, polisi menemukan mis dalam keterangan saksi.
“Kamis sudah melakukan pemeriksaan pada saksi, tapi ada mis dalam keterangan saksi. Kami juga belum punya bukti yang kuat untuk menetapkan tersangka,” jelas Ronald saat berduskusi bersama massa aksi.
Kapores Baubau AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari juga manguatkan keyakinan kepada massa aksi bahwa polisi akan berkerja maksimal. Dia menjanjikan dalam waktu dekat kasus ini akan terungkap.
“Kami Polres Baubau tidak ada satu kepentingan. Tidak ada satu pun yang kami anak tirikan atau kami istimewakan. Kami berdiri di atas kepentingan publik,” kata Rio Tangkari. (Po1)