Miliki Rippda, Pariwisata Buton Selatan Mulai Bernafas Lega

PUBLIKSATU, BATAUGA - Potensi pariwisata di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat beragam mulai dari wisata alam, wisata budaya hingga maritim. Sektor tersebut menjadi produk unggulan pembangunan Buton Selatan.
Saat ini pariwisata Buton Selatan sudah mulai bernafas lega. Hal ini seiring dengan disetujuinya delapan buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk dijadikan Perda oleh DPRD Busel, Senin (02/03/2020).
Salah satunya yakni Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Rippda). Dokumen tersebut sudah diatur dalam ketentuan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 Tahun 2016.
Melalui dokumen tersebut, master plan pengembangan dan promosi pariwisata Busel sudah diatur. Termasuk bisa dijadikan acuan untuk mendapat anggaran dari daerah maupun pusat.
"Busel sudah memasuki fase baru. Dokumen ini penting bagaimana mencari dana, menjual potensi pariwisata, semuanya ada di situ. Termasuk dengan lembaga-lembaga non pemerintah yang berinvestasi di Buton Selatan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Busel, La Ode Harwanto kepada Publiksatu.co di ruang kerjanya, Selasa (03/03/2020).
Lanjut kata dia, pihaknya akan terus melakukan promosi pariwisata Busel. Ini untuk menarik minat wisatawan domestik, nasional maupun mancanegara datang berkunjung ke daerah yang dikenal beradat dan berbudaya tersebut.
Harwanto mengungkapkan promosi wisata Busel harus dibranding pada satu ikon, yakni perahu Boti. Moda transportasi tradisional tersebut telah tumbuh dan berkembang, hingga saat ini masih tetap digunakan oleh masyarakat.