Uji Coba Adaptasi Bawang Putih di Buton Gagal, Ini Penyebabnya

PUBLIKSATU, BUTON - Uji coba adaptasi bawang putih di desa Tuangila, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton yang dilakukan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara rupaya tidak membuahkan hasil.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Dewangga menjelaskan dari faktor tanah di desa Tuangila sangat mendukung. Hanya saja, suhu dan kelembapan di daerah Kabupaten Buton tidak cocok untuk budidaya bawang putih.
"Bawang putih itu gagal. Jadi uji coba bawang putih itu kemarin, itu uji coba adaptasi. Kalau tanah sudah cocok. Tinggal adaptasi, seperti suhu dan kelembapan," ujar dia saat ditemui wartawan diruang kerjanya, gedung B, lantai 3, kompleks perkantoran Pemkab Buton, beberapa waktu lalu.
Seperti diberikan sebelumnya, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara melakukan kajian adaptasi varietas unggul baru (VUB) bawang putih pada lahan kering seluas 0.3 Ha di Desa Tuangila, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton, Kamis 7 Juni 2018.
Ada lima varietas yang di uji coba, diantaranya lumbuh putih, kuning, tawang mangu baru, bawang kayu dan lokal.
Kepala Pertanian Kecamatan Kapontori, Naryono Sp menjelaskan meski baru pertama kali melakukan uji coba di Kabupaten Buton, ia mengharapkan uji coba ini bisa berhasil. Utamanya jenis varietas dari daerah Malang, bawang lumbuh kuning.
“Nanti yang kita harapkan yang dari Malang (bawang lumbuh kuning) ini kita harapkan. Karena lokal itu biasanya tidak,” harapnya saat ditemui Publiksatu.co di kediamannya, Senin 18 Juni 2018.