Baubau

Bank Darah Baubau Rp 800 Juta Sia-sia

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 13 Maret 2020 14:08 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Bank Darah Baubau Rp 800 Juta Sia-sia
Direktur RSUD Kota Baubau, dr Nuraeni Djawa

PUBLIKSATU, BAUBAU - Bank Darah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau 'layu sebelum mekar'. Gedung yang dibangun 2015 tersebut tak bisa difungsikan seperti rencana awal.

Bank Darah itu tidak bisa difungsikan dengan alasan terbentur regulasi. Ada aturan melarang suatu kabupaten/kota memiliki lebih dari satu Unit Transfusi Darah (UTD). Dimana Kota Baubau saat ini masih beroperasi UTD Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Buton.

"Jadi, kami berencana alih fungsikan Bank Darah ini, siapa tahu bisa. Saat ini kita masih koordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan, Aset dan Pendapatan Daerah (BPKAPD) Kota Baubau apakah kita bisa jadikan laboratorium," tutur Direktur RSUD Baubau, Nuraeni Djawa dikonfirmasi di ruang kerjanya, (12/3).

Disisi lain, akui dia, pihaknya merasa belum ada masalah terkait kebutuhan darah untuk RSUD Baubau. Sejauh ini, persediaan darah di UTD PMI Buton masih mampu menyokong kebutuhan pasien.

"Jadi, untuk darah ini memang kita kerja sama dengan UTD Buton. Saya sudah konfirmasi ke bagian pelayanan, sampai saat ini belum ada masalah dengan ketersediaan darah," tambah Nuraeni.

Hasil penelusuran jejak digital, Bank Darah RSUD yang terletak di kawasan Palagimata itu diketahui dibangun 2015 lalu. Kemudian, pada masa kepemimpinan Hasmuddin tahun 2016, RSUD Baubau menganggarkan Alokasi Dana Khusus (DAK) sebesar Rp 800 juta untuk pengadaan kelengkapan Bank Darah tersebut sebagai sarana penyimpanan darah.(exa)

Bagikan