Berita Terkini
Nasional

Lacak Penularan Corona Dengan Tes Darah, Tapi Masyarakat Juga Harus Tahu Kelemahan

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Kamis, 19 Maret 2020 06:38 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Lacak Penularan Corona Dengan Tes Darah, Tapi Masyarakat Juga Harus Tahu Kelemahan

PUBLIKSATU - Langkah pemerintah untuk mempercepat penanganan virus corona baru (Covid-19) terus mengalami kemajuan. Salah satunya ialah dengan mengubah metode pemeriksaan spesimen dengan melakukan tes darah.

Jurubicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan, cara ini merupakan salah satu pelacakan penularan virus corona yang cepat.

Namun sayangnya, ia menjelaskan kalau metode pemeriksaan menggunakan serum darah ini memiliki satu kelemahan, yakni pemeriksaan spesimen harus dilakukan 7 hari setelah seseorang sudah terinfeksi corona.

"Karena yang diperiksa adalah imunoglobulin-nya, maka kita membutuhkan reaksi imunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu," jelas Achmad Yurianto saat menyampaikan keterangan pers di Gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Kalau seseorang belum terinfeksi corona dalam jangka waktu seminggu sebelum pemeriksaan, maka kemungkinan hasilnya akan memberikan gambaran yang negatif, kata Achmad Yurianto.

Karena hal itu, maka pemerintah meminta masyarakat yang merasa memiliki gejala terjangkit virus corona, seperti batuk, pilek, dan demam, agar mengisolasi diri terlebih dahulu di rumahnya masing-masing. Hal ini lah yang kemudian mesti dipahami oleh masyarakat, menurut Achmad Yurianto.

"Karena pada kasus yang positif dengan pemeriksaan rapid test (kemarin), dan kemudian tanpa gejala atau memiliki gejala yang minimal, ini indikasinya adalah harus melaksanakan isolasi diri, dilaksanakan di rumah," tutur Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini.

Bagikan