Kematian Akibat Corona Capai 25, Peneliti Barat Sebut Indonesia Tertinggi Di Dunia
Bagikan

PUBLIKSATU - Pemerintah Indonesia berupaya mencegah penyebaran virus corona dengan tidak menimbulkan kepanikan.
Kementerian Kesehatan hanya memberikan informasi harian tentang jumlah total pasien. Sementara saat ini jumlah kasus yang tercatat mencapai 309 pasien.
"Saya pikir ini tersebar luas di seluruh kepulauan, meskipun sangat lazim di pusat-pusat kota seperti Jakarta dan Bali, tampaknya tidak muncul begitu banyak di antara orang-orang muda di bawah usia 30," kata seorang diplomat senior Barat, melansir Asia Times.
Indonesia mencatat, angka kematian meningkat dari 12 menjadi 25 dalam dua hari terakhir.
Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins menempatkan angka kematian Indonesia lebih dari 8 persen, yang tertinggi di dunia bahkan di atas Italia, Iran, Cina, Jepang, dan Spanyol.
Para pakar kesehatan menduga jumlah korban mungkin lebih tinggi dari data yang dirilis. Hal ini jika dilihat dari morbiditas yang tinggi di antara orang tua yang menderita berbagai penyakit lain yang tidak diuji, atau, seperti yang biasa terjadi di Indonesia, tidak pernah menjalani otopsi post-mortem.
Pemerintah telah melakukan upaya pembatasan penerbangan ke Singapura untuk mencegah gelombang penularan susulan. Kebijakan itu dilakukan karena meningkatnya kasus positif di antara orang Indonesia yang datang dari kawasan industri Batam yang berdekatan dengan Singapura.