Pemkab Buton Dinilai Belum Siap Hadapi Covid-19, RSUD Kekurangan Tenaga Medis di Ruang Isolasi

PUBLIKSATU - Pemerintah Kabupaten Buton dinilai belum siap untuk menghadapi penyebaran virus corona. Indikatornya dapat dilihat pada persiapan pemerintah dalam menyiapkan kebutuhan dalam penanganan covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Disini, RSUD sebagai garda terdapan dilaporkan kekurangan tenaga medis untuk mengisi ruang isolasi penanganan pasien orang dalam pantuan (ODP) maupun Pasien dalam pengawas (PDP) virus corona.
Direktur RSUD Buton, dr Ramli Code membenarkan hal ini, ia mengaku pihaknya membutuhkan lima tenaga medis untuk menangani pasien yang masuk di ruang isolasi.
"Yang jadi masalah karena pasien yang masuk isolasi ada petugas khusus. Kami kekurangan tenaga," ujar dia saat ditemui Publiksatu.co di kantornya, Selasa (25/3/2020).
Ramli menjelaskan perawat yang melakukan perawatan di ruang isolasi tidak dibolehkan merawat pasien lain secara bersamaan. Dikhawatirkan dapat menularkan penyakit yang didapatkan di ruang isolasi kepada pasien lainnya.
"Karena yang merawat pasien isolasi ini tidak boleh merawat dengan yang sana. Jadi perawat khusus," ujarnya.
Olehnya itu, Direktur mengharapkan pemerintah daerah dapat meminjamkan tenaga medis yang ada di Puskesmas untuk mengisi kekurangan di RSUD Buton.