Jadi Penyangga Ekonomi di Kepton, Pemkot Baubau Diminta Gerak Aktif Pantau Ketersediaan Stok dan Kenaikan Harga

PUBLIKSATU - Kota Baubau merupakan salah satu daerah penyangga perekonomian pada wilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Jika ketersediaan stok dan harga bahan pokok (sembako) di Baubau bergejolak maka bisa saja berimbas terhadap daerahnya lainnya yakni, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara dan Kabupaten Wakatobi.
Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Sultra, Syahrul Said. Ia berharap kepada seluruh kepala daerah yang masuk dalam wilayah Kepton tersebut khusunya Pemkot Baubau agar terus melakukan pemantauan terkait harga bahan pokok di tengah pandemi Covid-19 ini. Ditambah lagi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2020.
"Pemerintah daerah khususnya Kota Baubau harus mengantisipasi kalau tiba-tiba ada kelangkaan atau terlebih ada penimbunan stok. Karena di sini adalah penyangga dan jadi sentral dari beberapa kabupaten di sekelilingnya. Jangan sampai terjadi kekurangan atau kenaikan harga, itu akan berdampak luas terhadap daerah-daerah lain," kata Syahrul Said kepada Publiksatu.co usai melakukan operasi pasar bersama Pemkot Baubau, kemarin.
Sidak pasar tersebut adalah upaya untuk memastikan ketersediaan dan harga sembako tak mengalami kenaikan. Terlebih, di Baubau sedang berhembus isu kenaikan harga beras.
Pada kesempatan ini, politisi NasDem tersebut tak menampik ada beberapa kenaikan harga namun tidak terlalu signifikan.
"Kami juga mengecek ketersediaan stok di Bulog. Alhamdulillah di Bulog tadi mungkin sudah akan tiba hari ini. Terkait harga tidak ada kenaikan yang signifikan," ungkap Syahrul.
Lebih lanjut ia memberikan apresiasi kepada Forkopimda dan Pemkot Baubau dalam menangani gejolak perekonomian di pasar. Di tengah wabah virus corona ini semua pihak harus bekerjasama agar tak berdampak pada melemahnya ekonomi khususnya bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.