Hadapi Panic Buying di Buton, La Bakry Siapkan Sembako Murah

PUBLIKSATU, BUTON - Bupati Buton, La Bakry menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Buton patut diduga sebagian besar disebabkan oleh fenomena panic buying dari kalangan masyarakat. Akibatnya, ketersediaan stok sembako di pasaran ikut terimbas.
"Yang berikut kami juga masih merasa kesulitan bahwa beberapa waktu yang lalu persediaan kebutuhan sembilan bahan pokok," ujar Bupati kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi melalui video conference di ruang kerjanya, gedung A, lantai 2, kompleks perkantoran Pemkab Buton, Jumat (3/4/2020).
"Karena ada panic buying. Panik karena ada banyak isu tentang lockdown dan segala macam sehingga masyarakat berlomba-lomba untuk menimbun kebutuhan pokok," imbuhnya.
Meski begitu kata dia, berkat kerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) permasalahan itu mendapatkan solusi. La Bakry mengaku telah bersurat ke Bulog untuk menyiapkan stok untuk kapasitas 15 ribu Kepala Keluarga (KK) yang termasuk dalam ketegori tidak mampu.
"Tapi alhamdulillah bekerja sama dengan Bulog sudah ada solusi saya juga sudah menyurat ke Bulog untuk menyiapkan 15 ribu KK yang termasuk dalam KK miskin," ujarnya.
"Setiap KK itu diberikan 50 kilogram dengan harga Rp 405 ribu. Jadi lebih murah. Kalau di lapangan di pasar itu sudah 6 ratusan. Ini untuk menangani kesulitan dalam rangka menghadapi panic buying," sambungnya.
Peliput: Agusrin